Radio Bharata Online - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam jumpa pers hari Jumat kemarin (28/4) menyatakan, Amerika Serikat sejak lama melakukan penyadapan dan pencurian informasi secara massal terhadap setiap negara termasuk para sekutunya. Aksi cybertheft AS tersebut jauh sebelumnya sudah menjadi rahasia umum.

Mao Ning mengatakan, dalam hal spionase cyber, ternyata AS tak bisa disalip oleh pihak mana pun. Ada media Jerman yang melaporkan bahwa badan intelijen AS menyadap dialog antara badan pertahanan Tiongkok dan Jerman yang digelar di Berlin Februari lalu. Tentunya ini bukanlah berita yang baru. Dengan mengandalkan keunggulan teknologinya, AS sudah sejak lama melakukan penyadapan dan pencurian informasi massal terhadap setiap negara termasuk para sekutunya. “AS seharusnya bercermin dulu sebelu menuduh negara lain,” demikian sindir Mao Ning saat menanggapi spionase cyber AS.