LUOYANG, Bharata Online - Dengan memanfaatkan menara gerbang yang megah sebagai kanvasnya, pertunjukan proyeksi 3D di Gerbang Yingtianmen di Luoyang, Provinsi Henan, menghidupkan kembali sejarah yang kaya dan budaya yang dinamis dari kota tersebut.
Melalui proyeksi laser, suara surround, dan pencahayaan dinamis, pertunjukan ini memadukan musik, visual yang diproyeksikan, arsitektur, dan penceritaan menjadi tontonan audiovisual yang memukau.

Penonton menyaksikan pertunjukan proyeksi 3D di Gerbang Yingtianmen di Luoyang, Provinsi Henan. /CGTN
Dibangun pertama kali pada tahun 605 M, Yingtianmen adalah gerbang selatan utama kota istana Luoyang selama dinasti Sui (581-618) dan Tang (618-907). Gerbang ini menjadi saksi upacara kenegaraan dan peristiwa diplomatik penting, termasuk penobatan Wu Zetian, satu-satunya kaisar wanita dalam sejarah Tiongkok. Gerbang ini berfungsi selama lebih dari lima abad melalui pembangunan kembali dan perbaikan. Gerbang ini direkonstruksi di atas sisa-sisa arkeologis aslinya pada tahun 2010-an. [CGTN]