JAKARTA, Radio Bharata Online —Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan mayoritas pemakaian anggaran Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah, sebagian besar digunakan untuk perjalanan dinas.

Jokowi tak dapat menyembunyikan rasa geramnya, karena masih menemukan penggunaan APBN dan APBD untuk program yang absurd dan tidak tepat sasaran.

Presiden memberi contoh pada program penanganan stunting yang anggarannya mencapai Rp10 miliar, tetapi hanya sekitar 20 persen yang betul-betul digunakan untuk masyarakat.  Setelah dicek, dari anggaran 10 miliar, ternyata alokasi untuk perjalanan dinas sebesar Rp3 miliar, rapat-rapat Rp3 miliar, penguatan pengembangan Rp2 miliar. Sehingga alokasi yang benar-benar untuk keperluan penanganan stunting tidak sampai Rp2 miliar.

Presiden mengatakan hal itu saat memberikan pengarahan di Kantor Pusat BPKP, Rabu (14/6), saat sambutan Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah.

Menurutnya, apabila anggaran pengentasan stunting mencapai Rp10 miliar, maka seharusnya porsi untuk membeli makanan sekitar Rp8 miliar dan Rp2 miliar sisanya untuk keperluan lain seperti perjalanan dinas.

Mantan Walikota Solo ini mengaku kesal, sebab justu mendapati temuan penggunaan anggaran yang sebaliknya.

Tak hanya pengentasan stunting, Jokowi juga membeberkan penggunaan anggaran untuk kegiatan tak penting di program pengembangan UMKM, dimana secara besaran, kebutuhan untuk rapat dan perjalanan dinas disebutnya sangat besar. Jokowi menjelaskan, dari anggaran Rp2,5 miliar, sebanyak Rp1,9 miliar untuk honor dan perjalanan dinas, dan sisanya Rp 600 juta untuk program tak penting dengan sebutan pemberdayaan, pengembangan, dan istilah-istilah yang absurd.  Menurutnya, seharusnya anggaran terbesar digunakan untuk pengadaan mesin produksi, marketing atau pameran untuk menunjang UMKM.

Dari banyaknya anggaran yang dibelanjakan tidak tepat sasaran tersebut, Jokowi meminta agar agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memaksimalkan fungsinya, agar setiap rupiah uang Negara yang dibelanjakan, benar-benar digunakan tepat sasaran. (Bharata Online)