JAKARTA, Radio Bharata Online - Di sela acara Indonesia-China Smart City Expo 2023 di Shangri-La Hotel Jakarta, Menteri BUMN Indonesia, Erick Thohir menyatakan, Indonesia menunggu investor Tiongkok ikut membangun IKN (Ibu Kota Nusantara) di Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Indonesia Tionghoa (INTI) dan China-ASEAN Information Harbour Co., Ltd., tersebut, mendapat ukungan dari Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) ini, Erick meyakini hubungan Indonesia-Tiongkok telah berkembang positif mengingat Tiongkok merupakan salah satu partner Indonesia dalam mengembangkan hilirisasi sumber daya alam seperti nikel dan lainnya.

Erick mengungkap alasannya membuka kesempatan untuk Tiongkok masuk mendukung smart city di Indonesia yakni karena dalam pembangunannya membutuhkan dana yang besar. Menurutnya, salah satu alasan Presiden Jokowi membangun ibu kota baru di Nusantara yakni karena biaya konstruksi yang lebih murah ketimbang mengembangkan kota pintar di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri BUMN tersebut tak memungkiri smart city dapat berkembang di wilayah lain, namun ongkos investasi tidak akan semurah membangun kota baru dari nol. Apalagi, penduduk Indonesia diprediksi akan meningkat hingga 315 juta. Maka IKN dapat menjadi solusi untuk mendistribusikan penduduk sekitar 30-50 juta, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi. Kota cerdas atau smart city merupakan pengembangan kota berbasiskan teknologi informasi. Beberapa kota di Indonesia telah mengadopsi dan menerapkan konsep tersebut.  

Acara yang diselenggarakan perdana selama 3 hari ini nantinya akan menjadi kegiatan tahunan atau dua tahun sekali. Selain sebagai ajang pameran dan perkembangan inovasi terkini proyek Smart City nasional, acara ini siap menghadirkan berbagai kegiatan: Exhibition and Live Demo; Seminar; Awarding; Investment Services; danSolution Matching Forum.

Liputan6