Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada hari Selasa (2/1) mengatakan Tiongkok mendesak pihak Belanda untuk memegang posisi yang obyektif dan adil, mematuhi prinsip-prinsip pasar dan menghormati semangat kontrak di bidang semikonduktor.
Wang membuat pernyataan tersebut pada konferensi pers reguler di Beijing ketika menanggapi pertanyaan tentang AS yang memaksa Belanda untuk melakukan blokade ilmiah dan teknologi terhadap Tiongkok.
"Tiongkok selalu menentang Amerika Serikat yang memperluas konsep keamanan nasional secara berlebihan dan menggunakan berbagai alasan untuk memaksa negara lain melakukan blokade teknologi terhadap Tiongkok. Industri semikonduktor sangat mengglobal. Dalam konteks integrasi ekonomi yang mendalam di antara negara-negara, perilaku menggertak AS secara serius melanggar aturan perdagangan internasional, secara serius merusak struktur industri semikonduktor global, dan secara serius berdampak pada keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan internasional, yang pasti akan menjadi bumerang bagi AS sendiri," kata Wang.
"Kami mendesak pihak Belanda untuk memegang posisi yang obyektif dan adil, mematuhi prinsip-prinsip pasar, menghormati semangat kontrak, mengambil tindakan nyata untuk melindungi kepentingan bersama Belanda dan Tiongkok serta perusahaan-perusahaan dari kedua negara, dan menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global serta lingkungan perdagangan internasional yang bebas, terbuka, adil, dan tidak diskriminatif. Tiongkok akan mengikuti perkembangan yang relevan dan dengan tegas mempertahankan hak dan kepentingannya yang sah," lanjutnya.