JAKARTA, Radio Bharata Online - Sebanyak total 39 prajurit akan diberangkatkan melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Khartoum, Sudan, yang saat ini tengah dilanda pertempuran. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan misi ini dilakukan menilai kondisi di Sudan sudah mengkhawatirkan dan berbahaya terhadap para warga Indonesia yang ada di sana.
Sebelumnya misi serupa pernah dilakukan sebelumnya saat misi di Afganistan dan Ukraina beberapa waktu lalu. Dia meminta kedua misi tersebut dijadikan acuan agar operasi kali ini berjalan lancar.
Panglima TNI menambahkan, terdapat beberapa penekanan dalam misi kali ini. Salah satunya ia meminta prajurit yang diberangkatkan selalu fokus dalam bertugas dan mengidentifikasi semua resiko yang bisa muncul tiap saat.
Selain itu, Laksamana Yudo Margono meminta jajaran untuk selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri atau KBRI. Para prajurit juga harus bekerja secara profesional dan selalu waspada dengan kondisi di Sudan.
Lebih lanjut, Yudo menyampaikan terima kasih atas kepada prajurit yang telah bersedia dalam menjalankan misi kemanusiaan di Sudan di tengah momen libur Lebaran. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan ratusan WNI akan dievakuasi ke Indonesia melalui Jeddah, Arab Saudi. Sebanyak 538 WNI yang dievakuasi itu terdiri atas 273 perempuan, 240 laki-laki, dan 25 balita. Retno mengungkapkan, WNI yang dievakuasi sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia dan pekerja migran Indonesia.
sumber: Detikcom