JAKARTA, Radio Bharata Online - Pembangunan fasilitas pengamatan benda antariksa Observatorium Nasional (Obnas) Timau yang dibangun di kawasan hutan lindung lereng Gunung Timau, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sangat dinantikan karena akan menyokong kemajuan bidang astronomi nasional. Observatorium Nasional ini juga akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Seperti diketahui, Obnas Timau berada pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut,  di kawasan hutan lindung lereng Gunung Timau, Provinsi Nusa Tenggara Timur,Observatorium ini memiliki keunggulan bisa melakukan pengamatan langit belahan Bumi bagian Utara dan Selatan karena letaknya yang berada di daerah khatulistiwa.

Mengutip akun Instagram @lapan_ri, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan bahwa saat ini pemasangan kubah Obnas Timau telah selesai dilakukan. Sementara dari sesi bangunan, Obnas Timau memiliki kesamaan dengan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Bedanya, teleskop yang digunakan akan lebih besar dengan diameter 3,8 meter.

ORPA BRIN menjelaskan "Teleskop 3,8 meter ini merupakan kembaran dari teleskop Seimei di Observatorium Okayama milik Universitas Kyoto, salah satu teleskop optik terbesar di Asia Timur," 

Dijelaskan dalam postingan yang melaporkan progres pembangunan Obnas Timau, berbagai komponen teleskop yaitu teropong dan frame penggerak saat ini sudah sampai di lokasi pembangunan. Setelah komponen cermin tiba di lokasi, teleskop akan dirakit dan dilakukan kalibrasi bersama dengan para teknisi dari Jepang. 
Dalam postingan tersebut juga disertakan sejumlah foto dan video yang diabadikan oleh Peneliti Ahli Utama (Profesor Riset) Astronomi dan Astrofisika ORPA BRIN Thomas Djamaluddin dan Peneliti Sains dan Antariksa ORPA-BRIN Abdul Rachman. (Instagram @lapan_ri)