JAKARTA, Radio Bharata Online - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) mulai memberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Senin (21/8/2023) untuk mengurangi polusi udara di ibukota.

Meski demikian, pada Senin pagi terpantau kondisi udara Jakarta Berdasarkan data dari situs iqair.com pukul 06.00 WIB, indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta berada pada parameter 158 AQI US.

Dari laman IQAir, konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 15.4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.  Angka tersebut menempatkan kondisi polusi udara Jakarta tergolong tidak sehat.

Terpantau, Jakarta menempati posisi ke enam paling tinggi dibandingkan dengan Qatar yang menempati posisi pertama, negara dengan polutan yang paling tinggi dengan 206 AQI US, lalu disusul Seattle Amerika Serikat menempati posisi kedua.

Sementara kota Kampala di Uganda menempati peringkat ke tujuh setelah Indonesia, dengan angka 151 AQI US. Disusul kota Baghdad, Iraq dengan 149 AQI US.

Selain Jakarta, sejumlah kota di Indonesia juga mengalami kondisi udara tidak sehat. Ada beberapa wilayah lainnya di Indonesia yang masuk kategori polusi udara tidak sehat per 21 Agustus 2023, diantaranya yakni Kota Pontianak, Tangerang Selatan, Surabaya, Kabupaten Serang, Mempwah, Kota Bandung, Sukasada Bali, dan Kota Semarang.

Masyarakat yang tinggal di kota dengan indeks kualitas udara tidak sehat, disarankan untuk menghindari aktivitas luar rumah, menutup jendela dan menghidupkan penyaring udara. Warga juga disarankan untuk memakai masker apabila melakukan aktivitas di luar rumah. (IQAir)