Beijing, Bharata Online - Menurut para pejabat dan pakar yang menghadiri Konferensi dan Pameran Internasional Penyimpanan Energi ke-14, Tiongkok sedang mengembangkan sistem penyimpanan energi tipe baru yang beragam bentuk dan bertingkat, dengan kapasitas terpasang baru untuk penyimpanan energi tipe baru mencapai 66,4 gigawatt (66,4 juta kilowatt) pada tahun 2025, meningkat 51,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Para tamu di konferensi yang diadakan di Beijing dari Selasa (31/3) hingga Jumat (3/4) itu mengatakan, Tiongkok telah mewujudkan aplikasi skala besar pembangkit listrik tenaga air dengan sistem pompa dan baterai lithium-ion, dengan penyimpanan energi udara terkompresi dan baterai aliran memasuki tahap aplikasi yang dipromosikan, dan baterai natrium-ion serta penyimpanan energi roda gila berada pada tahap demonstrasi.

"Sejak tahun 2024, Tiongkok telah mengoperasikan beberapa proyek penyimpanan energi udara terkompresi tingkat 300.000 kilowatt, proyek penyimpanan energi baterai aliran tingkat 100.000 kilowatt, dan proyek penyimpanan energi roda gila dengan kapasitas unit tunggal tingkat megawatt. Sejumlah proyek penyimpanan energi pembentuk jaringan telah diimplementasikan, dan beberapa jalur teknis inovatif seperti penyimpanan energi gravitasi dan penyimpanan energi karbon dioksida terkompresi telah dipercepat penerapannya. Jadi, penyimpanan energi tipe baru Tiongkok menunjukkan tren perkembangan yang beragam," ujar Liu Deshun, Kepala Insinyur Administrasi Energi Nasional.

Industri penyimpanan energi menjadi pilar transisi energi global. Menurut data yang dirilis oleh CNESA Data Link pada hari Selasa (31/3) lalu, kapasitas terpasang baru penyimpanan energi tipe baru di dunia pada tahun 2025 adalah 113,3 gigawatt, meningkat 52,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Aliansi Penyimpanan Energi Tiongkok atau China Energy Storage Alliance (CNESA) adalah organisasi nirlaba pertama dan terbesar di Tiongkok yang didedikasikan untuk mempromosikan pengembangan industri penyimpanan energi, menurut situs webnya.

"Pada akhir tahun 2025, kapasitas terpasang kumulatif penyimpanan energi listrik yang beroperasi di seluruh dunia adalah 496,2 gigawatt, dengan proporsi kapasitas terpasang kumulatif pembangkit listrik tenaga air dengan sistem pompa turun di bawah 50 persen untuk pertama kalinya. Timur Tengah, Amerika Latin, pasar negara berkembang di Asia dan Afrika mempercepat pertumbuhan mereka dan telah menjadi pendorong baru pertumbuhan penyimpanan energi global," jelas Chen Haisheng, Direktur Institut Termofisika Teknik di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.