BEIJING, Radio Bharata Online - Situasi konflik Palestina-Israel tetap mengerikan karena jumlah korban tewas warga Palestina meningkat menjadi 11.240 orang akibat serangan Israel di Jalur Gaza.  Sementara PBB menurunkan bendera lembaga-lembaganya di seluruh dunia, atas 101 staf yang terbunuh selama perang di Gaza.

Pemerintah Tiongkok melanjutkan upayanya di PBB dan mengirimkan diplomat untuk mengunjungi negara-negara berpengaruh, guna mengupayakan gencatan senjata dan mendorong perdamaian di kawasan.

Utusan Khusus Pemerintah Tiongkok untuk Masalah Timur Tengah Zhai Jun, dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, bertemu pada Senin di Ankara untuk membahas perkembangan terkini di Jalur Gaza.

Menurut rilis Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam pertemuan tersebut Zhai mengatakan, prioritas utama adalah segera memberlakukan gencatan senjata untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.  Tiongkok bersedia memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Turki, dan melakukan upaya bersama untuk mendorong solusi komprehensif, adil, dan langgeng terhadap masalah Palestina. Adapun Fidan menyatakan bahwa Turki mementingkan peran Tiongkok, dan bersedia menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat, untuk bersama-sama mendorong diakhirinya konflik lebih awal, dan mencapai perdamaian abadi di kawasan.

Di tempat terpisah, Geng Shuang, wakil perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, pada hari Senin juga membuat pernyataan, pada Sesi Keempat Konferensi Pembentukan Zona Timur Tengah yang Bebas Senjata Nuklir, dan Senjata Pemusnah Massal lainnya.  Geng mengatakan bahwa senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya telah menjadi faktor utama, yang menyebabkan defisit kepercayaan di Timur Tengah, sehingga mengganggu perdamaian dan stabilitas regional. (Global Times)