Beijing, Bharata Online - Industri jasa Tiongkok muncul sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, dengan jasa produsen bergerak naik dalam rantai nilai dan jasa konsumen memberikan kenyamanan yang lebih besar dan kualitas yang lebih tinggi.
Laporan Kerja Pemerintah negara tersebut untuk pertama kalinya tahun ini menyerukan perluasan kapasitas dan peningkatan kualitas di industri jasa, mendesak pengembangan jasa produsen seperti keuangan, teknologi informasi, logistik modern, kekayaan intelektual, dan pengujian, sambil mempromosikan jasa konsumen agar menjadi berkualitas tinggi, beragam, dan lebih nyaman.
"Tujuannya adalah peningkatan dua jalur. Jasa produsen menjadi lebih terspesialisasi dan kelas atas, sementara jasa konsumen menjadi lebih nyaman dan berorientasi pada kualitas. Inilah cara jasa menjadi mesin pertumbuhan yang sesungguhnya," ujar Zhao Zhongxiu, Rektor Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional.
Dalam jasa produsen yang terkait dengan manufaktur, perusahaan-perusahaan Tiongkok, seperti Chongqing Zongsen Aviation Engine Manufacturing, bergerak naik dalam rantai nilai. Perusahaan tersebut telah berkembang dari produksi suku cadang menjadi solusi penerbangan siklus hidup lengkap.
"Kami telah melangkah lebih jauh dari sekadar pembuatan suku cadang ke solusi penerbangan siklus hidup lengkap—desain, produksi, pemeliharaan, pelatihan—semuanya di satu tempat. Ini adalah layanan khusus yang mendorong daya saing," kata Zhou Dan, Manajer Umum Chongqing Zonsen Aviation Engine Manufacturing Co., Ltd.
Transformasi digital mempercepat peningkatan ini, dengan kecerdasan buatan, komputasi awan, dan big data yang membentuk kembali layanan industri dan konsumen.
Di Zona Pariwisata Medis Boao Lecheng di Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pasien mengakses perawatan mutakhir yang belum tersedia di tempat lain.
"Kami membawa inovasi medis global kepada pasien Tiongkok. Persetujuan lebih cepat, standar internasional, perawatan yang dipersonalisasi. Kualitas dan kenyamanan bersama," kata Yu Runhong, Direktur Divisi Medis Internasional di Administrasi Zona Percontohan Lecheng.
Hasilnya terlihat dari angka-angka. Pada tahun 2025, layanan menarik hampir 70 persen investasi asing yang dimanfaatkan Tiongkok. Perdagangan jasa melampaui 1 triliun dolar AS (sekitar 17 ribu triliun rupiah) untuk pertama kalinya, mencapai rekor tertinggi.
"Jasa kini menjadi kartu identitas Tiongkok untuk investasi asing. Logistik kelas atas, layanan penelitian dan pengembangan, perdagangan digital—perusahaan multinasional melihat peluang dan mereka berinvestasi untuk jangka panjang," ujar Zhao.
Transformasi ini sudah terlihat di berbagai industri. Rantai pasokan yang lebih cerdas mempersingkat waktu pengiriman bagi produsen, telemedisin memperluas layanan kesehatan ke komunitas pedesaan, dan teknologi keuangan (fintech) membuat layanan keuangan lebih mudah diakses. Bersama-sama, inovasi-inovasi itu menunjukkan bagaimana perluasan kapasitas dan peningkatan kualitas mengubah jasa dari peran pendukung menjadi penggerak utama fase pertumbuhan ekonomi Tiongkok selanjutnya.