Paris, Bharata Online - Grup La Poste Prancis menerbitkan dua prangko peringatan untuk Tahun Baru Imlek 2026 pada hari Jumat (6/2), yang menekankan pertukaran budaya dan persahabatan antara Prancis dan Tiongkok.
Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026, adalah hari raya terpenting di Tiongkok. Tahun ini menandai Tahun Kuda, hewan ketujuh dalam siklus zodiak Tiongkok 12 tahun.
Prangko tersebut menampilkan kuda dengan latar belakang kuning dan pelana merah. Salah satunya menggambarkan kuda yang melompat dalam pose yang kuat dan dinamis penuh energi, sementara yang lain menunjukkan kuda yang menoleh dalam potret yang tenang dan terkendali.
Kedua prangko tersebut sesuai dengan penggunaan pos yang berbeda. Prangko yang menampilkan kuda melompat adalah untuk surat domestik di Prancis dan memiliki nilai nominal 2,25 euro (sekitar 45 ribu rupiah), sementara yang lain, senilai 1,52 euro (sekitar 30 ribu rupiah), ditujukan untuk surat internasional.
Chen Jianghong, seorang seniman keturunan Tionghoa yang mendesain prangko tersebut, mengatakan bahwa kuda melambangkan kekuatan dan kesetiaan dalam budaya Tiongkok. Melalui penggunaan warna, garis, dan ritme, ia berusaha menyampaikan rasa pergerakan dan kebebasan hewan tersebut.
Menurutnya, kedua kuda tersebut juga memberikan penghormatan kepada warisan artistik kedua negara. Chen juga menambahkan bahwa salah satunya terinspirasi dari kuda yang sedang berdiri tegak yang ditunggangi Napoleon dalam karya pelukis Prancis Jacques-Louis David, sementara yang lainnya menggemakan kuda-kuda yang dipasangi pelana yang digambarkan oleh pelukis Dinasti Tang Tiongkok, Han Gan, menciptakan rasa dialog antar peradaban.
"Untuk prangko ini, saya menggunakan teknik Gongbi. Teknik ini lebih presisi. Dan dengan garis, warna, dan gerakanlah saya mengekspresikan kebebasan dan kekuatan kuda. Dan karena saya bekerja untuk layanan pos Prancis, saya mencoba menemukan bahasa dialog antara dua budaya," kata Chen.
Sejak tahun 2005, La Poste Group telah menandai Tahun Baru Imlek setiap tahun dengan menerbitkan prangko yang menampilkan hewan zodiak tahun tersebut. Ini adalah tradisi penting, seperti yang dibuktikan oleh antrean panjang para filatelis yang berbondong-bondong datang ke acara tersebut segera setelah dirilis untuk mendapatkannya.
"Sekitar 20 tahun yang lalu, kami mulai merayakan zodiak Tiongkok untuk Tahun Baru Imlek. Itu adalah ide yang kami luncurkan awalnya, dan secara bertahap, tetapi cukup cepat, itu menjadi sukses, kesuksesan yang cukup besar bagi para filatelis Prancis. Karena, pada kenyataannya, setiap kali, kami berkomitmen untuk membuat produk yang sangat, sangat indah. Dan dengan demikian, mereka telah menemukan, jika boleh saya katakan, pasar mereka, dan para kolektor sekarang dengan penuh antusias menantikan blok prangko ini. Saya akan mengatakannya seperti ini: jika kami berhenti membuatnya, saya pikir kami akan berada dalam masalah besar," jelas Paul Dworkin, Direktur Philaposte, entitas filateli bergengsi dari La Poste Group.
Jean-Paul Forceville, Direktur Hubungan Eropa dan Internasional di La Poste Group, mengatakan bahwa prangko tetap menjadi barang koleksi dan pembawa pesan yang kuat. Menurutnya, prangko juga merupakan "semacam objek diplomatik" yang membantu merayakan hubungan yang lebih erat dan persahabatan antara dua negara.
"Memang, kami sedikit mendahului zaman. Karena kami juga ingin menghormati keberadaan komunitas Tionghoa yang besar di Prancis, yang sangat terikat pada budayanya dan tradisi Tahun Baru Imlek ini, seperti yang wajar. Ada antusiasme yang meningkat untuk Tahun Baru Imlek. Ini adalah perayaan yang indah, penuh warna, dan meriah, dan karena itu, saya pikir orang Prancis semakin menghargainya. Kita hidup di dunia yang sayangnya sedikit terpecah belah, yang tidak berjalan dengan baik. Jadi, saya berharap bahwa rakyat Tionghoa akan hidup damai, dengan banyak kemakmuran dan perkembangan," ujarnya.
Mulai 9 Februari 2026, prangko ini akan tersedia di banyak kantor pos di seluruh Prancis, melambangkan persahabatan dan ikatan abadi antara rakyat Prancis dan Tionghoa.
Dua belas hewan zodiak Tiongkok, yang digunakan untuk mencatat tahun dan mencerminkan sifat-sifat manusia, adalah tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing, dan babi.