CISARUA, Bharata Online - Kabar bahagia tengah menyelimuti Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, setelah bayi panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia, Satrio Wiratama atau Rio, rencananya akan mulai diperkenalkan kepada publik secara bertahap pada akhir Mei 2026.
Momen ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam dunia konservasi satwa di Indonesia sekaligus menjadi kabar yang paling ditunggu-tunggu oleh pencinta satwa.
Rio lahir pada 27 November 2025 lalu dari pasangan panda raksasa betina Hu Chun dan panda raksasa jantan Cai Tao, yang dipinjamkan oleh pemerintah Tiongkok kepada Indonesia sejak 2017 melalui program loan breeding, skema kerja sama konservasi internasional dengan masa pinjam selama 10 tahun.
kondisi Rio saat ini terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif menjelang usia enam bulan ini. Di hari ke-170, bobot Rio sudah mencapai 11,5 kilogram.
Tim perawat dan dokter hewan TSI menyebut pertumbuhan Rio berjalan optimal dan tergolong cepat dibanding rata-rata bayi panda seusianya. Vice President of Life and Science Taman Safari Indonesia drh. Bongot Huaso Mulia, mengatakan bahwa kondisi itu merupakan bagian normal dari perkembangan Rio.
Selain perkembangan perilaku, kondisi kesehatan Rio juga terus dipantau secara berkala. Pemeriksaan secara rutin dilakukan untuk memastikan penglihatan, pendengaran, berat badan, kekuatan fisik, serta perkembangan sensoriknya berjalan dengan baik sebelum nantinya tampil di hadapan publik dan bertemu langsung dengan para pengunjung di Istana Panda.
Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau mengatakan, pada akhir Mei, Rio akan diperkenalkan kepada publik secara bertahap dengan pengawasan ketat dari induknya serta tim perawat guna memastikan kesehatan dan kenyamanannya tetap terjaga pada akhir Mei.
Kehadiran Rio diperkirakan akan menjadi daya tarik baru di TSI sekaligus menandai capaian penting dalam kerja sama konservasi antara Indonesia dan Tiongkok.
Dengan pertumbuhan yang terus menunjukkan perkembangan positif, Rio diharapkan dapat tumbuh sehat dan beradaptasi dengan baik sebelum akhirnya menyapa para pengunjung secara lebih luas di Istana Panda. [Antara]