Beijing, Bharata Online - Organisasi Data Dunia atau World Data Organization (WDO) telah menerima 235 anggota dari 42 negara dan wilayah, kata Yang Jie, Sekretaris Jenderal WDO baru-baru ini di Beijing.

Didirikan di Beijing pada bulan Maret 2026, organisasi baru ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan data global dan praktik tata kelola, memfasilitasi pertukaran dan pemanfaatan data, serta melayani pengembangan ekonomi digital global.

Saat ini, WDO telah membentuk departemen-departemen yang bertanggung jawab untuk penelitian kebijakan, standar teknis, kerja sama industri, layanan keanggotaan, dan pekerjaan terkait lainnya. Menurut Yang, hal ini telah memberikan fondasi yang dibutuhkan untuk memulai administrasi yang teratur.

"Selama sebulan terakhir, kami telah menerima ratusan permohonan keanggotaan dari berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia. Tentu saja, sesuai dengan ketentuan piagam kami, semua permohonan harus melalui proses peninjauan standar sebelum keanggotaan mereka dapat dikonfirmasi secara resmi. Saat ini, jumlah total anggota Organisasi Data Dunia telah mencapai 235, mencakup 42 negara dan wilayah. Di antara mereka, anggota korporasi mencapai lebih dari 76 persen. Organisasi ini telah secara awal membentuk sistem keanggotaan yang bersifat internasional, profesional, dan representatif," ujarnya.

Yang mengatakan organisasi tersebut juga mempercepat pengembangan sistem basis pengetahuannya, serta sistem pelatihan dan sertifikasinya. Tujuannya adalah untuk meluncurkan berbagai layanan profesional, barang publik, dan standar internasional sesegera mungkin.

Seiring organisasi tersebut memperoleh momentum operasional, organisasi ini telah mendapat pujian dari para pendukung kebijakan data PBB.

"WDO sekarang mewakili model kerja sama global yang inklusif untuk mengembangkan standar data dan AI global yang seimbang dan ramah pembangunan, ini sangat, sangat penting," kata Muhammadou M.O. Kah, Wakil Ketua Komisi PBB untuk Sains dan Teknologi untuk Pembangunan (CSTD) dan Wakil Ketua Kelompok Kerja Multi-Pemangku Kepentingan CSTD PBB tentang Tata Kelola Data.

Menurut komite persiapannya, sebagai badan internasional profesional, non-pemerintah, dan nirlaba yang didirikan secara sukarela oleh entitas dan individu terkait di sektor data global, WDO akan menyediakan platform untuk kolaborasi data global yang berorientasi pada praktik, berfokus pada industri, dan dirancang untuk dialog dan kerja sama multi-pemangku kepentingan.