Tiongkok, Bharata Online - Seluruh anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) sepenuhnya siap untuk berpartisipasi aktif dalam "Tahun Tiongkok" APEC 2026 untuk meningkatkan kerja sama ke tingkat yang baru, kata Chen Xu, Ketua Pertemuan Pejabat Senior atau Senior Officials' Meeting (SOM) APEC 2026, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan China Global Television Network (CGTN).

Chen mengatakan, Tiongkok akan menyelenggarakan sekitar 300 kegiatan terkait sepanjang tahun untuk mempromosikan kerja sama pragmatis dalam kerangka APEC dan mempersiapkan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 pada bulan November 2026.

"Pada pertemuan informal para pejabat senior pada Desember 2025, anggota APEC menyetujui tema dan area prioritas yang diusulkan oleh Tiongkok, dengan 'Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Makmur Bersama' sebagai tema dan keterbukaan, inovasi, dan kerja sama sebagai area prioritas. Anggota APEC memiliki pandangan yang sama bahwa pendekatan ini selaras dengan perkembangan dunia dan kawasan Asia-Pasifik, dan memenuhi kebutuhan pembangunan semua anggota. Semua anggota siap untuk berpartisipasi aktif dalam 'Tahun Tiongkok' APEC untuk membawa kerja sama ke tingkat yang baru," jelasnya.

Tiongkok akan mengadakan tiga Pertemuan Menteri Senior atau Senior Officials' Meeting (SOM) pada tahun 2026, dengan yang pertama saat ini berlangsung di Guangzhou dari 1 hingga 10 Februari 2026.

Chen mengatakan, Shanghai akan menjadi tuan rumah pertemuan SOM kedua pada bulan Mei, diikuti oleh Dalian, yang akan menjadi tuan rumah pertemuan ketiga pada bulan Agustus 2026.

Chen mengatakan, dari Mei hingga Oktober tahun ini, sepuluh pertemuan menteri tematik akan diselenggarakan oleh otoritas Tiongkok terkait di berbagai tempat termasuk Beijing, Chengdu, Hangzhou, Nanjing, Suzhou, Hong Kong, dan Makau.

Ia juga mengatakan, pertemuan-pertemuan itu akan mencakup berbagai bidang seperti energi, transportasi, ekonomi digital, ketahanan pangan, sumber daya manusia, perdagangan, keuangan, pariwisata, usaha kecil dan menengah, serta urusan perempuan.