Kunshan, Bharata Online - Sebuah tim operator drone muda di Kota Kunshan, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, sedang merangkul masa depan ekonomi ketinggian rendah yang menjanjikan di dalam dan luar negeri.
Dengan perkembangan industri kendaraan udara tak berawak, pilot drone telah menjadi profesi baru bagi para profesional muda untuk berpartisipasi dalam penelitian, pengembangan, dan pengujian terkait drone.
Tim pilot drone, yang sebagian besar lahir setelah tahun 2000, melakukan uji penerbangan drone setiap hari. Mereka bekerja sama dengan baik untuk mengoperasikan drone dan mengumpulkan data tentang pesawat dalam berbagai kondisi.
Wang Jihao, pemimpin tim yang beranggotakan 27 orang berusia 26 tahun, mengatakan bahwa uji penerbangan adalah langkah terakhir sebelum drone dikirim ke pembelinya, sehingga mereka perlu melakukan banyak persiapan untuk uji penerbangan tersebut.
"Pertemuan persiapan kami akan diakhiri dengan rencana untuk tugas penerbangan keesokan harinya. Ini mencakup status pesawat dan operator, kondisi meteorologi, dan bahkan pergerakan selama penerbangan," ujar Wang.
Selain Kunshan, tim tersebut juga telah melakukan uji penerbangan di tempat lain seperti Taizhou di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, dengan mereka mengoperasikan drone untuk terbang lebih dari 50 kilometer dari pusat kota ke Pulau Dachen dan kembali. Uji perjalanan pulang pergi ini bertujuan untuk memverifikasi kemampuan operasional drone guna memastikan layanan pengiriman drone lintas laut reguler untuk Pulau Dachen di masa mendatang.
Tim tersebut juga melakukan penerbangan drone di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, meskipun menghadapi tantangan meteorologi di daerah gurun seperti suhu tinggi. Sebuah peta di ruang pertemuan mencatat jejak para pilot drone.
"Pada tahun 2025, kami berangkat dari pangkalan Kunshan, dan terbang sekitar 45.000 kilometer dalam hampir 1.000 penerbangan hingga akhir tahun. Jadi, total jarak tempuh melebihi keliling Bumi kita," kata Wang.
Dengan semangat yang besar untuk penerbangan drone, para pilot semakin bangga dalam melakukan tugas-tugas penting.
Pada tanggal 5 Februari 2026, tim tersebut mengoperasikan pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal listrik atau electric vertical take-off and landing (eVTOL) pertama di Tiongkok dengan berat lepas landas melebihi lima ton, dan menyelesaikan penerbangan publik pertamanya.