Helsinki, Bharata Online - Saat Finlandia menghasilkan jumlah listrik bersih yang memecahkan rekor, negara Nordik ini beralih ke teknologi Tiongkok untuk mengatasi tantangan penting: menyimpan energi angin dan surya untuk memenuhi permintaan puncak.

Sistem penyimpanan energi baterai baru sedang dikerahkan untuk menjembatani kesenjangan antara saat energi hijau diproduksi dan saat paling dibutuhkan, memastikan stabilitas jaringan, terutama selama musim dingin yang gelap di Finlandia.

Energi angin dan surya biasanya mencapai puncaknya di awal hari, terutama di Finlandia, dengan hanya ada beberapa jam siang hari di musim dingin.

Namun permintaan melonjak kemudian, ketika orang-orang pulang dan memasang peralatan. Baterai menjembatani kesenjangan itu, menyimpan energi bersih untuk digunakan kapan pun dibutuhkan. Di situlah teknologi Tiongkok berperan.

"Kami mencoba menghubungi keduanya. Para produsen di Tiongkok yang memproduksi sistem BESS (Battery Energy Storage System) dan beberapa di antaranya sudah memiliki bisnis pemasaran di Finlandia," ujar Dong Huang, Juru Bicara CF International Oy, sebuah perusahaan perdagangan dan penyedia solusi energi Finlandia.

Finlandia dan Tiongkok memiliki Rencana Aksi Bersama untuk mempromosikan kemitraan kerja sama yang berorientasi masa depan, yang berlangsung hingga tahun 2029. Kedua negara bekerja sama untuk membangun jaringan yang lebih cerdas, bangunan yang lebih efisien, dan sistem pemanas dan pendingin yang lebih baik dan ramah lingkungan.

"Ya, kita sudah cukup jauh dalam transisi. Sembilan puluh lima persen listrik kita bukan dari bahan bakar fosil, dan lebih dari 80 persen panas, jadi kita sudah sangat jauh. Tentu saja, kita berdua memiliki minat pada solusi bersih, solusi non-fosil. Jadi kita telah bekerja sama di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, solusi cerdas, dan sebagainya," kata Riku Huttunen, Direktur Jenderal Departemen Energi di Kementerian Urusan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Finlandia.

Dan sekarang ada rantai pasokan yang berkembang dalam hal baterai, dengan beberapa solusi penyimpanan besar yang akan segera hadir. Di Nurmijrvi, salah satu sistem penyimpanan listrik terbesar di Finlandia telah dioperasikan -- fasilitas lithium-ion yang terdiri dari modul berukuran kontainer.

"Untuk merangkumnya dalam satu judul, saya rasa solusi fleksibilitas, yang berarti penyimpanan energi, efisiensi energi dalam berbagai bentuk, dan bagaimana membuat industri juga fleksibel dalam penggunaan energinya," tutur Huttunen.

Dari sudut pandang Finlandia, ini adalah langkah praktis selanjutnya: lebih banyak energi terbarukan, dan lebih banyak penyimpanan agar dapat bekerja dengan lancar, jam demi jam. Dan dengan Tiongkok yang terlibat, fokusnya adalah mengubah kerja sama menjadi solusi nyata yang dapat diterapkan dalam skala besar.