Beijing, Bharata Online - Delegasi Uruguay pada Forum Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Tiongkok-Uruguay pekan ini menyatakan keyakinan yang kuat terhadap prospek ekonomi Tiongkok dan mengatakan mereka mengantisipasi peluang kerja sama baru antara kedua negara.

Forum yang diadakan di Beijing pada hari Selasa (3/2) itu mempertemukan lebih dari 160 delegasi, termasuk pejabat Tiongkok dan Uruguay serta perwakilan dari berbagai perusahaan, termasuk yang bergerak di bidang teknik, keuangan, telekomunikasi, dan pariwisata.

Acara ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Uruguay, Yamandu Orsi, ke Tiongkok selama seminggu dari tanggal 1 hingga 7 Februari 2026, dan berlangsung setelah beliau mengadakan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Selasa (3/2) pagi, dengan kedua pemimpin sepakat untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor.

Agustin Robaina, Manajer Departemen Pelabuhan di Navios South American Logistics Inc., secara khusus memuji ekosistem aplikasi seluler Tiongkok.

"Sebelum datang ke sini, penyelenggara perjalanan merekomendasikan beberapa aplikasi yang akan sangat membantu kami di Tiongkok untuk terhubung dan berkomunikasi dengan orang lain. Jadi sekarang kami semua menggunakan WeChat, Alipay, Didi," katanya.

Mariana Ferreira, Direktur Eksekutif Uruguay XXI, badan ekspor dan investasi negara tersebut, menggarisbawahi kekuatan hubungan perdagangan yang ada dan mengatakan Uruguay berupaya memperdalam kerja sama dengan Tiongkok.

"Perusahaan-perusahaan Uruguay berbisnis dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok dan kami tahu bahwa perusahaan-perusahaan dari Tiongkok perlu berekspansi ke luar negeri dan kami dengan tangan terbuka menerima perusahaan-perusahaan Tiongkok di sini. Kami pikir kami memiliki lebih banyak peluang bagi lebih banyak perusahaan Uruguay untuk berinvestasi di Tiongkok," ujarnya.

Eduardo Urgal, Direktur di Frigorifico San Jacinto, mengatakan bahwa penjualan ke pasar Tiongkok mewakili bagian yang signifikan dari pendapatan perusahaannya.

"Saya kira sekitar 30 hingga 35 persen. Kami memiliki tujuan yang lebih besar dan memahami bahwa kondisi yang dimulai tahun ini akan baik untuk itu," ungkap Urgal, dan menambahkan bahwa ia yakin penjualan di Tiongkok pasti akan mencapai lebih dari 40 persen dari pendapatan perusahaannya tahun ini.

Jorge Cernadas, CEO Laboratorium Teknologi Uruguay, menyerukan agar Tiongkok dan Uruguay mencari pengembangan bersama di bidang sains dan teknologi.

"Harapan kami di sini adalah untuk mencoba menemukan taman teknologi lainnya. Pagi ini, misalnya, kami mengunjungi TusPark. Jadi kami menemukan banyak sinergi antara perusahaan kami. Jadi kami pikir kami dapat menyelesaikan kesepakatan untuk berkolaborasi bersama. Kemarin, di Kedutaan Besar Uruguay, kami mengadakan presentasi tentang Pelabuhan Bebas Hainan. Kami pikir itu adalah peluang bagus bagi investor Uruguay untuk menempatkan fasilitas mereka sendiri di sana," tuturnya.