Ulan Bator, Bharata Online - Siaran pers bersama yang menyoroti sinergi strategi pembangunan dan perluasan kerja sama yang saling menguntungkan telah dikeluarkan pada hari Minggu (14/6) setelah pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Mongolia, Batmunkh Battsetseg, dan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, yang juga merupakan Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok.

Selama kunjungan tiga hari yang dimulai pada hari Sabtu (13/6), kedua belah pihak menegaskan kembali rasa saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, integritas wilayah, dan jalur pembangunan yang dipilih masing-masing, serta komitmen mereka untuk tidak campur tangan dalam urusan internal masing-masing.

Kedua belah pihak menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan bergabung dengan aliansi militer atau politik apa pun yang ditujukan terhadap pihak lain, tidak akan membuat perjanjian dengan negara ketiga mana pun yang merusak kedaulatan dan keamanan pihak lain, dan tidak akan mengizinkan negara ketiga mana pun untuk menggunakan wilayah mereka untuk membahayakan kedaulatan dan keamanan pihak lain.

Mongolia menegaskan kembali kepatuhannya yang teguh pada prinsip Satu Tiongkok, penentangannya terhadap "kemerdekaan Taiwan", dan dukungannya untuk reunifikasi damai Tiongkok. Mongolia juga menegaskan kembali bahwa masalah-masalah yang berkaitan dengan Tibet, Hong Kong, dan Xinjiang adalah urusan internal Tiongkok.

Kedua pihak sepakat untuk memperkuat keselarasan strategi pembangunan mereka, memajukan proyek-proyek dalam kerangka kerja sama Belt and Road berkualitas tinggi dan Program Jalan Stepa Mongolia, memperluas kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor, dan lebih meningkatkan skala, kualitas, dan tingkat kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral.

Kedua negara sepakat untuk menjaga komunikasi reguler mengenai urusan internasional dan regional. Mongolia menegaskan kembali dukungannya untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, serta untuk Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, Inisiatif Peradaban Global, dan Inisiatif Tata Kelola Global.

Tiongkok sangat menghargai peran Mongolia dalam menyelenggarakan Dialog Ulan Bator tentang Keamanan Asia Timur Laut.

Kedua pihak sepakat untuk menentang dan mengutuk semua bentuk fasisme dan militerisme, bersama-sama menjaga perdamaian dan keamanan dunia, dan menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan internasional.

Kedua belah pihak sangat memuji pencapaian kerja sama trilateral antara Tiongkok, Mongolia, dan Rusia, serta menyatakan keyakinan teguh mereka bahwa implementasi rencana Koridor Ekonomi Tiongkok-Mongolia-Rusia memainkan peran penting dalam mempromosikan kemakmuran dan stabilitas regional.

Kedua belah pihak juga menekankan bahwa meningkatnya pengaruh politik dan ekonomi dari mekanisme multilateral seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), APEC, dan BRICS telah memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan kerja sama regional.