BEIJING, Bharata Online - Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo akan melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dari tanggal 25 hingga 28 Januari, melanjutkan pertukaran tingkat tinggi dan menandakan niat kedua negara untuk membangun fondasi kepercayaan politik dan kerja sama praktis yang telah lama terjalin.

Kunjungan Orpo akan menandai babak terbaru dalam hubungan diplomatik yang langgeng antara Finlandia dan Tiongkok, yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan diperkuat melalui pertemuan tingkat tinggi secara berkala dalam beberapa tahun terakhir.

Finlandia termasuk di antara negara-negara Barat pertama yang mengakui Republik Rakyat Tiongkok dan menjalin hubungan diplomatik formal dengan Beijing pada awal tahun 1950-an, meletakkan dasar historis untuk keterlibatan yang berkelanjutan.

Kunjungan ini juga terjadi di tengah dinamika global yang kompleks, dengan sistem multilateral yang berada di bawah tekanan dan banyak negara berupaya mengelola hubungan yang beragam. Dengan latar belakang ini, keputusan Helsinki untuk mempertahankan komunikasi tingkat tinggi dengan Beijing menggarisbawahi preferensi bersama untuk dialog dan kerja sama.

Kedua belah pihak telah secara terbuka menyatakan minat mereka untuk meningkatkan koordinasi dalam urusan multilateral dan mendorong pertukaran antar masyarakat dan budaya. Tiongkok  juga telah menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan sebagai bagian dari hubungan bilateral yang lebih luas, sebuah tema yang kemungkinan akan menjadi bagian dari diskusi selama kunjungan Orpo.

Kerja sama ekonomi dan perdagangan telah menjadi pendorong yang stabil bagi hubungan Tiongkok-Finlandia, dengan perdagangan bilateral menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, perdagangan antara kedua negara melebihi 8 miliar dolar AS, sementara stok investasi dua arah melampaui 23 miliar dolar AS, menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok. Beijing menggambarkan Finlandia sebagai mitra ekonomi dan perdagangan penting di Eropa dan mencatat adanya saling melengkapi antara kedua perekonomian, khususnya di bidang-bidang seperti pembangunan hijau dan pertumbuhan yang didorong oleh inovasi.

Orpo akan didampingi oleh delegasi yang terdiri dari para eksekutif dari lebih dari 20 perusahaan Finlandia, yang mewakili sektor-sektor seperti permesinan, kehutanan, inovasi, energi bersih, dan pangan, sebuah komposisi yang menggambarkan kepentingan ekonomi nyata yang dipertaruhkan. Kehadiran para pemimpin bisnis mencerminkan orientasi kebijakan Finlandia untuk memperkuat kerja sama praktis dengan Tiongkok dan memenuhi permintaan nyata dari perusahaan-perusahaan yang ingin memperluas hubungan komersial.

Persiapan juga sedang dilakukan untuk pertemuan keenam Komite Kerja Sama Bisnis Inovatif Tiongkok-Finlandia, dengan sekitar 50 perusahaan yang diharapkan berpartisipasi, menunjukkan minat yang kuat dari kedua belah pihak untuk keterlibatan bisnis yang lebih dalam.

Meskipun konteks global perdagangan, teknologi, dan persaingan geopolitik menghadirkan tantangan dan peluang, kunjungan mendatang diharapkan dapat memperkuat narasi kepercayaan politik dan kolaborasi pragmatis yang telah menjadi ciri hubungan Tiongkok-Finlandia. Dalam siaran pers pada hari Kamis, Orpo menekankan pentingnya dialog berkelanjutan tentang kerja sama bilateral dan isu-isu internasional yang lebih luas, dengan Tiongkok tetap menjadi pasar penting bagi ekspor Finlandia dan mitra kunci untuk investasi.

Dalam kondisi tersebut, perjalanan ini mencerminkan konvergensi kepercayaan timbal balik yang telah lama terjalin, pengakuan bersama atas kebutuhan ekonomi yang saling melengkapi, dan mekanisme kelembagaan yang telah menjaga pertukaran bilateral pada tingkat yang tinggi. [CGTN]