QINGDAO, Radio Bharata Online - Miao Deyu, asisten menteri luar negeri Tiongkok, pada hari Rabu menyerukan upaya bersama untuk memastikan supremasi hukum mengenai urusan maritim internasional, supaya tetap berada di jalur yang benar.
Miao menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya melalui tautan video, pada simposium internasional mengenai aspek ilmiah dan hukum rezim landas kontinen, dan wilayah dasar laut internasional, yang dibuka pada hari Rabu di kota pesisir Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok timur.
Tahun ini menandai peringatan 30 tahun berlakunya Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
Dalam pidatonya, Miao menekankan pentingnya mematuhi implementasi Konvensi dengan setia. Dia meminta pihak-pihak terkait untuk menegakkan keadilan, dan menjaga tatanan maritim yang damai dan stabil.
Tindakan penerapan standar ganda, dan penerapan aturan hukum internasional secara selektif, menurut Miao harus ditolak. Ia juga memperingatkan adanya tindakan penahanan dan penindasan oleh beberapa negara terhadap negara lain dengan dalih “tatanan internasional berbasis aturan.”
Sementara itu Sun Shuxian, wakil menteri sumber daya alam dan kepala Administrasi Kelautan Negara, mengatakan, bahwa Tiongkok sebagai peserta Konvensi, telah secara aktif mempromosikan kemitraan biru dan kerja sama bilateral dan multilateral yang pragmatis di bidang maritim.
Simposium yang merupakan kali ketujuh ini dihadiri oleh sekitar 150 orang, dari departemen terkait kelautan dalam dan luar negeri, lembaga penelitian dan universitas. (Xinhua)