ZHENGZHOU, Bharata Online - Proyek pemanas geotermal pertama di Tiongkok yang menggunakan teknologi karbon dioksida (CO2) superkritis telah resmi beroperasi di Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok tengah, menandai terobosan dalam upaya negara tersebut untuk meningkatkan efisiensi pengembangan energi geotermal, menurut China Huaneng Group.

Proyek ini mengekstraksi panas bawah tanah dengan mengalirkan CO2 superkritis melalui sumur panas bumi yang mencapai kedalaman sekitar 2.500 meter.

Saat sistem mulai beroperasi, CO2 superkritis disuntikkan jauh ke bawah tanah melalui pipa, di mana ia menyerap panas geotermal sebelum kembali ke permukaan untuk mentransfer energi ke sistem pemanas rumah tangga.

Berbeda dengan proyek panas bumi konvensional yang biasanya menggunakan air sebagai media penghantar panas, sistem baru ini menggunakan CO2 superkritis. Sistem ini memiliki kepadatan yang lebih tinggi dan hambatan aliran yang lebih rendah, yang meningkatkan efisiensi ekstraksi panas sekitar 20% sekaligus mengurangi konsumsi energi pemanasan sekitar 10%.

Proyek ini juga dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan. Sistem ini tidak mengonsumsi air tanah, menghindari kontaminasi formasi geologi bawah tanah, dan mengurangi gangguan terhadap lingkungan bawah permukaan di sekitarnya.

Setelah beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan dapat menyediakan pemanas ruangan di musim dingin untuk lebih dari 18.000 meter persegi perumahan. Proyeksi menunjukkan bahwa fasilitas ini akan menggantikan sekitar 288 ton batubara standar setiap tahunnya dan mengurangi emisi CO2 sekitar 750 ton per tahun. [cgtn]