Tiongkok, Bharata Online - Tim penyelamat Tiongkok berhasil menyelamatkan 17 awak kapal berkebangsaan Filipina dari bangkai kapal di Laut Tiongkok Selatan, kata pihak berwenang pada hari Jumat (23/1).

Lima belas dari mereka yang diselamatkan berada dalam kondisi stabil, sementara dua ditemukan meninggal dunia. Empat lainnya masih hilang hingga Jumat Jumat (23/1) malam.

Pada hari Jumat (23/1) pukul 00:46, cabang pencarian dan penyelamatan maritim Sansha menerima laporan dari pusat pencarian dan penyelamatan maritim provinsi Hainan, yang mengatakan bahwa kapal kargo terdaftar Singapura "DEVON BAY", yang sedang dalam perjalanan dari Filipina ke Provinsi Guangdong di Tiongkok selatan, telah kehilangan kontak di perairan sekitar 55 mil laut barat laut Huangyan Dao, Tiongkok, dengan 21 awak kapal berkebangsaan Filipina di dalamnya.

Menurut pusat provinsi tersebut, kontak terakhir dengan kapal tersebut terjadi pada pukul 21:26 hari Kamis, ketika awak kapal melaporkan bahwa lambung kapal miring parah dan air masuk. Kontak terputus setelah itu, sementara indikator posisi nirkabel darurat kapal kemudian mengirimkan sinyal alarm.

Setelah menerima laporan, cabang pencarian dan penyelamatan maritim Sansha segera meluncurkan operasi penyelamatan internasional multi-lembaga.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengirimkan pesawat militer untuk melakukan operasi pencarian di perairan tempat kecelakaan terjadi. Dua kapal Penjaga Pantai Tiongkok atau China Coast Guard (CCG) terdekat juga bergabung dalam misi penyelamatan, bersama dengan tim dari Biro Penyelamatan Nanhai Kementerian Transportasi.

Beberapa kapal komersial internasional, termasuk kapal yang terdaftar di Liberia, Panama, dan Jepang, juga bergabung dalam operasi pencarian.

Pada pukul 04:28 hari Jumat (23/1), kapal-kapal CCG menemukan dan menyelamatkan empat awak kapal dari sekoci. Kondisi laut yang buruk, dengan angin kencang dan gelombang besar, menimbulkan tantangan signifikan bagi operasi penyelamatan. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, kata pihak berwenang.

Menurut CCG, ke-15 pelaut Filipina dalam kondisi stabil telah menerima perawatan medis dan berada di bawah perawatan yang layak di atas kapal Tiongkok.

"Saya benar-benar merasa sangat aman di kapal Penjaga Pantai China, yang membawa saya dari air ke akomodasi. Saya benar-benar merasa aman. Dan pada malam hari, saya melihat kapal Penjaga Pantai yang bergerak di sekitar area tersebut, dan itulah mengapa pada saat itu, saya berkata pada diri sendiri bahwa 'Tidak, saya tidak akan mati saat ini, saya akan selamat'," ungkap salah satu pelaut yang diselamatkan.