Moskow, Bharata Online - Warga muda Moskow mengharapkan hubungan Tiongkok-Rusia yang lebih erat seiring kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Tiongkok atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Putin mengunjungi Tiongkok dari Selasa (19/5) hingga Rabu (20/5), menandai kunjungan ke-25-nya ke Tiongkok.

Konstantin, seorang penari di Moskow, percaya bahwa kebijakan bebas visa Tiongkok saat ini dengan Rusia tidak hanya dapat memperkuat hubungan antara kedua negara tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi.

"Kami sudah memiliki kebijakan bebas visa. Sekarang kami diizinkan untuk bepergian lebih mudah. ​​Sebelumnya, kami hanya dapat berkunjung sebagai bagian dari kelompok, tetapi sekarang semua orang dapat bepergian tanpa visa. Semuanya telah diatur dengan baik. Prosedur bea cukai juga cepat. Saya pikir semua ini akan berkontribusi pada hubungan yang lebih kuat antara negara kita, dan pada pembangunan ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.

Banyak mahasiswa di Moskow percaya bahwa kedua negara tetangga akan memperdalam kerja sama di bidang-bidang seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, dan pariwisata.

"Kami sudah memiliki hubungan perdagangan yang sangat kuat. Saya pikir hubungan kita akan terus berkembang lebih lanjut, terutama di bidang pendidikan dan perdagangan," kata Evelina, seorang mahasiswa.

"Ini akan menarik investasi baru. Teknologi informasi, pendidikan, pariwisata, dan sistem transportasi akan terus berkembang. Misalnya, penerbangan bebas visa ke Tiongkok bisa menjadi lebih mudah. ​​Saya rasa beberapa langkah sudah ada sekarang, jika saya tidak salah," ujar Dalak Abdulmalik Salamanovic, seorang mahasiswa lainnya.

"Saya pikir kerja sama akan semakin kuat di bidang teknologi. Kita sangat dekat dengan Tiongkok dalam hal ini. Saya ingin menyebutkan mobil, karena sudah banyak mobil Tiongkok di Rusia. Saya percaya kita akan terus memperkuat hubungan dengan Tiongkok di bidang ini. Dan tentu saja, pariwisata juga akan terus tumbuh lebih kuat," tambah Salamanovic.