Guangzhou, Bharata Online - Kampanye promosi bertema "Merayakan Festival Musim Semi dengan Warisan Budaya Takbenda dan Menikmati Tahun Baru Imlek", resmi dimulai di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada hari Senin (26/1).
Promosi ini merupakan bagian dari Bulan Belanja Barang-Barang Warisan Budaya Takbenda Tahun Baru Imlek.
Di Lapangan Huacheng di Guangzhou, pasar festival yang menampilkan beragam produk warisan budaya takbenda dari seluruh negeri telah menarik banyak pengunjung untuk menikmati kerajinan tangan tradisional dan makanan khas.
Pameran tiga hari ini menampilkan tiga zona pameran bertema, yakni makanan lezat, pakaian dan aksesoris, serta barang dagangan trendi yang terinspirasi oleh budaya tradisional Tiongkok.
Lebih dari 130 program warisan budaya takbenda representatif dari 15 provinsi, daerah otonom, dan kota, serta Daerah Administratif Khusus Hong Kong (SAR) dan Daerah Administratif Khusus Makau, dipamerkan, dengan lebih dari 60 pewaris warisan budaya takbenda hadir di lokasi untuk demonstrasi dan penjualan.
"Para pengunjung kami dapat membuat lukisan Tahun Baru sambil berbagi harapan mereka untuk tahun baru, membawa pulang keberuntungan melalui karya seni mereka," ujar Liu Zhongping, Perwakilan Kota Pewaris Lukisan Kayu Tahun Baru Foshan, sebuah proyek warisan budaya takbenda nasional.
"Begitu masuk, saya langsung merasakan suasana meriah Festival Musim Semi yang akan datang. Saya juga menemukan banyak makanan lezat dan pasar bunga. Sangat menyenangkan," kata seorang turis.
Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi, jatuh pada tanggal 17 Februari tahun ini, dan menandai awal Tahun Kuda.
Bulan belanja di negara tersebut akan berlanjut hingga Festival Lentera, yang jatuh pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar Tiongkok dan menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek.