BEIJING, Bharata Online - Cuaca buruk, termasuk hujan es, angin kencang, dan hujan lebat, telah melanda beberapa wilayah di provinsi Jiangxi dan Fujian di Tiongkok timur, merusak rumah, tanaman, dan jaringan listrik.

Sebagian wilayah Yichun, Fuzhou, dan Jingdezhen di Jiangxi telah dilanda hujan es sejak Kamis akibat gelombang cuaca konvektif buruk terbaru, dengan butiran es mencapai diameter hingga 5 cm.

Selain hujan es, angin kencang dan hujan deras juga mengganggu kehidupan sehari-hari warga.

Di Kota Fangxi, Kabupaten Yifeng, Yichun, angin kencang merobek langit-langit gantung di beberapa rumah, merobohkan panel dinding, dan menjungkirbalikkan perabotan. Segera setelah bencana, pihak berwenang setempat meluncurkan operasi tanggap darurat dan penyelamatan.

Di daerah perkotaan Kabupaten Wanzai, beberapa ruas jalan tergenang banjir, mengganggu lalu lintas. Dinas terkait dengan cepat melakukan pembersihan lumpur dan pekerjaan drainase untuk memastikan transportasi yang aman.

Departemen meteorologi di Jiangxi memperkirakan dua putaran hujan tambahan antara hari Minggu hingga 13 April, dan lagi dari tanggal 15 hingga 16 April.

Dengan curah hujan yang sering diperkirakan terjadi pada bulan April, pihak berwenang mendesak kewaspadaan berkelanjutan terhadap dampak cuaca konvektif yang parah dan bencana sekunder yang dipicu oleh hujan lebat.

Sekitar pukul 18:00 pada hari Jumat, Kabupaten Guangze di Kota Nanping, Provinsi Fujian, dilanda cuaca konvektif parah secara tiba-tiba termasuk angin kencang, hujan lebat, dan hujan es.

Cuaca tersebut merusak beberapa rumah penduduk dan tanaman, serta merusak beberapa jalur distribusi listrik, mengganggu pasokan listrik ke warga.

Di Desa Shaguan, Kota Zhima, hujan es lebat disertai angin kencang dan hujan deras turun, dengan butiran es berdiameter hingga 4 cm.

Menurut statistik meteorologi setempat, dari pukul 18:00 hingga tengah malam Jumat, curah hujan kumulatif selama enam jam mencapai 117,3 mm, diklasifikasikan sebagai hujan sangat lebat.

Cuaca buruk tersebut menyebabkan kerugian signifikan pada tanaman lokal, khususnya daun teh dan bibit buah-buahan pada tahap pertumbuhannya. Bibit talas yang baru ditanam rusak, sementara rumah kaca jamur roboh akibat angin kencang. Setelah bencana, departemen terkait segera melakukan upaya pembersihan dan pemulihan.

Selain itu, angin kencang juga merobohkan beberapa saluran listrik. Tim perbaikan darurat bekerja sepanjang malam, dan semua saluran yang rusak telah sepenuhnya diperbaiki, dengan pasokan listrik normal kembali. [CCTV+]