Beijing, Bharata Online - Hak dan kepentingan sah perusahaan Tiongkok harus sepenuhnya dilindungi di Pelabuhan Darwin, Australia, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin di Beijing pada hari Rabu (28/1).

Guo menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai tuntutan pemerintah Australia untuk penjualan Pelabuhan Darwin dari pemiliknya yang berkebangsaan Tiongkok.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa perusahaan Tiongkok yang bersangkutan memperoleh hak sewa Pelabuhan Darwin melalui mekanisme pasar, dan hak serta kepentingan sahnya harus sepenuhnya dilindungi," kata Guo.

Perusahaan Tiongkok, Landbridge Group, mendapatkan hak sewa 99 tahun atas Pelabuhan Darwin melalui proses lelang terbuka dan transparan yang disetujui oleh pemerintah Wilayah Utara Australia pada tahun 2015.

Namun, Australia belakangan ini berupaya untuk mengakhiri kesepakatan tersebut dan merebut kembali hak operasional pelabuhan tersebut.