BEIJING, Bharata Online – Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, pada upacara penutupan pertemuan Dewan Bisnis Tiongkok-Inggris 2026 di Beijing pada hari Kamis mengatakan, Tiongkok dan Inggris harus terus melanjutkan "semangat memecah kebekuan", dan mempererat ikatan kerja sama.
Menurut PM Li, ini bukan hanya pilihan rasional bagi kedua negara untuk menghadapi risiko dan mendorong pembangunan bersama, tetapi juga tanggung jawab sebagai negara-negara besar, untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah global.
Li mengatakan, Tiongkok dan Inggris adalah mitra ekonomi dan perdagangan penting yang memiliki kepentingan bersama yang luas. Selama kedua belah pihak berpegang teguh pada rasa saling menghormati, bergerak ke arah yang sama, menghilangkan campur tangan, dan berpegang pada keterbukaan dan kerja sama, kedua negara akan mencapai hasil yang saling menguntungkan, dan menciptakan kemakmuran melalui kesuksesan bersama.
Li mengatakan bahwa tahun lalu, meskipun tekanan ekonomi meningkat, Tiongkok telah mendorong pembangunan yang dipimpin oleh inovasi berkualitas tinggi, menunjukkan ketahanan dan vitalitas ekonomi yang luar biasa.
Sementara itu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, bahwa tujuan kunjungannya ke Tiongkok adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang Tiongkok, dan menemukan serta memanfaatkan lebih banyak peluang kerja sama, sehingga dapat lebih menguntungkan rakyat Inggris, dan mendukung pertumbuhan serta kemakmuran negara tersebut.
Starmer berharap para pengusaha dan organisasi dari kedua negara dapat memanfaatkan kesempatan, dan melakukan dialog serta kerja sama yang lebih erat. (The State Council)