Tiongkok menganggap penting pengumuman Taliban tentang pembentukan pemerintahan sementara di Afganistan, bersama dengan beberapa pengaturan personel penting, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu (8/9).
Menurut laporan media, Taliban pada Selasa (7/9) malam waktu setempat mengumumkan pembentukan pemerintah sementara Afganistan, dengan Mullah Hassan Akhund ditunjuk sebagai pelaksana tugas perdana menteri.
"Ini mengakhiri lebih dari tiga pekan anarki di Afganistan dan merupakan langkah penting menuju pemulihan ketertiban Afganistan dan rekonstruksi pascaperang," kata juru bicara Wang Wenbin dalam sebuah konferensi pers.
Posisi Tiongkok dalam masalah Afganistan konsisten dan jelas, kata Wang, seraya menambahkan bahwa Tiongkok menjunjung tinggi kebijakan nonintervensi, menghormati kemerdekaan berdaulat Afganistan dan integritas teritorial, serta mendukung rakyat Afganistan dalam memilih jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional mereka.
Wang mengatakan Tiongkok berharap Afganistan akan membangun kerangka kerja politik yang luas dan inklusif, mengadopsi kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat dan bijaksana, memerangi dengan tegas segala jenis terorisme dan menjalin hubungan persahabatan dengan semua negara, terutama dengan negara-negara tetangga.
Tiongkok siap menjaga komunikasi dengan pemerintah dan pemimpin baru Afganistan, dan berharap bahwa pemerintah baru akan secara luas menyerap pendapat dari kelompok dan partai etnis Afganistan, serta memenuhi aspirasi rakyat Afghanistan dan harapan masyarakat internasional, ujar Wang.