Nanchang, Radio Bharata Online - Kerumunan orang berkumpul di seluruh Tiongkok pada awal fajar Hari Nasional negara tersebut untuk memberikan penghormatan kepada bendera nasional yang berkibar dan guna memperingati berdirinya negara mereka.
Di saat upacara pengibaran bendera yang megah diadakan di Lapangan Tian'anmen di Beijing pada hari Minggu (1/10) pagi untuk menandai ulang tahun ke-74 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT), upacara serupa juga diadakan di seluruh negeri, dengan penduduk berkumpul di sekitar landmark lokal pada dini hari untuk mengamati bendera nasional yang terbit bersama matahari.
Di Jungar Banner, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, Tiongkok utara, ribuan orang dari berbagai kalangan berkumpul di lapangan umum untuk menyanyikan lagu kebangsaan saat para tentara mengibarkan bendera nasional.
Setelah upacara, sejumlah tarian kelompok ditampilkan untuk merayakan berdirinya negara dan untuk mengekspresikan harapan baik bagi kemakmuran negara.
Saat sinar pertama matahari terbit mencapai Nanchang, ibu kota Provinsi Jiangxi, Tiongkok tengah, dan tempat kelahiran Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (People's Liberation Army/PLA), kerumunan besar penduduk lokal dan wisatawan memadati alun-alun kota yang ikonik untuk menyaksikan upacara pengibaran bendera.
Beberapa dari mereka telah menunggu semalaman untuk mendapatkan tempat yang bagus guna menyaksikan upacara tersebut. Sambil mengibarkan bendera mini dan menempelkan stiker bendera di wajah mereka, suasana patriotik mencapai puncaknya saat kerumunan orang mengagumi pemandangan indah saat bendera nasional mencapai puncak tiang bendera setelah lagu kebangsaan diakhiri dengan keheningan yang khidmat.
"Menyanyikan lagu kebangsaan dan melihat bendera nasional berkibar tinggi di atas kepala kami, saya merasa kecintaan saya yang mendalam terhadap tanah air kami tersulut, dan pada saat yang sama, saya sangat bangga dengan negara kami, atas perbaikan dalam kehidupan kami, dan pembangunan yang telah kami capai. Saya mengirimkan harapan baik saya untuk kemakmuran negara kita dan kesejahteraan seluruh rakyat Tiongkok," kata Li Wenxiang, seorang penduduk setempat.
Di Tiongkok, selain simbol kebanggaan, bendera nasional juga menjadi pengingat akan perjuangan keras negara ini dalam melawan agresi penjajah. Kerumunan pemuda Tiongkok melakukan upacara pengibaran bendera sebagai cara kolektif untuk mengenang kegigihan nenek moyang mereka, yang telah meletakkan dasar-dasar bagi kehidupan damai yang bisa mereka nikmati saat ini.
"Menyaksikan pengibaran bendera kebangsaan, saya tidak dapat menahan diri untuk tidak mengingat kembali pengorbanan yang telah diberikan untuk menjamin kehidupan yang damai bagi generasi kami. Saya benar-benar berharap bahwa negara kita bisa makmur dan rakyat kita bisa hidup dengan damai," kata seorang pria bermarga Sun.
Di sebuah pelabuhan perdagangan darat di Tiongkok selatan yang berbatasan dengan Vietnam, upacara pengibaran bendera juga dilaksanakan dengan khidmat. Penduduk setempat berkumpul untuk merayakan perkembangan negara dan transisi kota kecil ini menjadi salah satu pelabuhan darat yang paling nyaman bagi Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).