Presiden Tiongkok Xi Jinping kemarin sore (14/4) di Balai Agung Rakyat mengadakan pembicaraan dengan Presiden Brasil Lula da Silva yang datang mengadakan kunjungan kenegaraan di Tiongkok.

Pada kesempatan itu, Xi Jinping menunjukkan, Tiongkok dan Brasil masing-masing adalah negara berkembang terbesar dan negara pasar baru yang penting di belahan timur dan barat bumi, dan saling menjadi mitra strategis komprehensif, memiliki kepentingan bersama yang luas, maka dampak keseluruhan, strategis dan global hubungan Tiongkok-Brasil semakin menonjol. Pihak Tiongkok dengan senantiasa memandang dan mengembangkan hubungan dengan Brasil dari sudut strategis dan jangka panjang, dan menempatkan hubungan Tiongkok-Brasil pada posisi priorits hubungan luar negeri.

Xi Jinping menyatakan, pihak Tiongkok bersedia bersama dengan pihak Brasil membuka masa depan baru hubungan Tiongkok-Brasil pada era baru, membawa lebih banyak kesejahteraan kepada rakyat kedua negara, dan memainkan peranan positif yang penting kepada perdamaian, kestabilan, kemakmuran dan pembangunan kawasan bahkan seluruh dunia.

Xi Jinping menegaskan, tahun ini genap 30 tahun pembentukan hubungan kemitraaan strategis Tiongkok-Brasil dan tahun depan genap 50 tahun penggalangan hubungan diplomatik kedua negara. Tiongkok tengah mendorong pembangunan yang berkualitas tinggi dan keterbukaan yang berlevel tinggi, dengan modernisasi ala Tiongkok secara menyeluruh mendorong kebangkitan jaya Bangsa Tionghoa dan ini akan mendatangkan lebih banyak peluang kepada berbagai negara di dunia termasuk Brasil.

Ia mengatakan, menghadapi perubahan besar yang tiada taranya dalam waktu 100 tahun ini, Tiongkok dan Brasil hendaknya berdiri di sebelah kebenaran sejarah, mempraktekkan multilateralisme yang sejati, mengembangkan nilai bersama segenap umat manusia, mendorong sistem tata kelola global berkembang menuju arah yang lebih adil dan rasional, dengn sungguh-sungguh memelihara kepentingan bersama negara-negara berkembang yang luas dan keadilan internasional, dan bergandengan tangan membentuk komunitas senasib sepenanggulangan manusia. Pihak Tiongkok bersedia meningkatkan koordinasi strategis dengn pihak Brasil dalam kerangka multilateral antara lain PBB, BRICS dan G20, dan meningkatkan koordinasi dan kerja sama mengenai penanggapan perubahan iklim.

Lula menyatakan, dirinya merasa terhormat dan bangga membawa delegasi besar berkunjung ke Tiongkok untuk ke-4 kali dan ini merupakan pertama kali dirinya mengunjungi negara di luar benua Amerika sejak ia memangku jabatan Presiden dan ini memanifestasikan cinta pihak Brasil pada Tiongkok dan perhatian besar terhadap pengembangan hubungan Brasil-Tiongkok.

Lula menyatakan, Tiongkok merupakan kekuatn penting yang tak terkurangi di berbagai bidang antara lain politik, ekonomi dan dagang, iptek di dunia dewasa ini dan Tiongkok memainkan peranan yang krusial dalam mendorong perdamaian dan pembangunan dunia. Brasil mencurahkan tenaga dalam mengembangkan hubungan yang lebih erat dengan Tiongkok dari sudut strategis mendorong pembentukan tata tertib internasional yang adil dan rasional. Meningkatkan hubungan dengan Tiongkok secara menyeluruh juga merupakan keinginan keras bersama badan legislatif dan berbagai kalangan masyarakat Brasil. Lula mengatakan, dirinya merasa sangat senang hati mengunjungi Perusahaan Huawei dan mengadakan pertemuan dengan wakil-wakil perusahaan terkait pihak Tiongkok dan ia menyatakan apresiasi terhadap prestasi perkembangan Tiongkok di bidang 5G dan lain sebagainya, sementara berharap mengembangkan kerja sama antara kedua negara di bidang-bidang yang terkait, menyambut perusahaan Tiongkok melakukan investasi dan kerja sama di Brasil dan membantu Brasil merealisasi tranformasi digital dan pembangunan karbon rendah. Ia menyatakan yakin, diperdalam dan diperluasnya kerja sama antara Brasil dan Tiongkok akan membantu proses “reindustrialisasi”Brasil dan membantu penanggulangan kemiskinan Brasil, dan dengan lebih baik menyejahterakan rakyat.

Pemimpin kedua negara juga telah bertukar pendapat mengenai masalah krisis Ukraina. Kedua pihak sepakat bahwa dialog dan perundingan merupakan jalan keluar layak satu-satunya bagi penyelesaian krisis Ukraina, segala upaya yang menguntungkan penyelesaian krisis secara damai harus mendapat pujian dan dukungan, dan lebih banyak negara dihimbau memainkan peranan konstruktif dalam mendorong penyelesaian politik krisis Ukraika dan kedua pihak memutuskan untuk memelihara komunikasi mengenai hal tersebut.

Pewarta : CRI