JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru, Budi Arie Setiadi, agar menyelesaikan persoalan media sosial yang bermanipulasi menjadi e-commerce.

Jokowi mengaku bakal memberi perhatian penuh terhadap perkembangan teknologi belakangan ini, untuk mengimbangi perkembangan zaman.

Sebagai bentuk perhatiannya, Jokowi menambahkan jabatan Wakil Menteri di Kominfo, dan segera membentuk satuan tugas atau satgas.

Menurut Jokowi, kecepatan perubahan dunia saat ini sangat ditentukan oleh ICT (Information and Communication of Technology), oleh sebab itu kementrian Kominfo diperkuat dengan jabatan Wamen dan satgas.

Menanggapi perintah Presiden, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, akan bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi soal pembentukan satgas tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengusulkan, agar hanya produk luar negeri dengan harga minimal US $ 100 yang boleh masuk Indonesia melalui social commerce, atau perdagangan elektronik media sosial seperti TikTok Shop. Menurutnya, hal itu penting untuk melindungi usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.

Teten juga mendorong Kementerian Perdagangan merevisi Permendag Nomor 50 Tahun 2020 tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha, dalam Perdagangan Melalui Elektronik.

Menurutnya dalam beleid tersebut, social commerce belum diatur. Padahal, perkembangan teknologi digital sudah tidak lagi terbatas pada e-commerce. Dia berujar, ada kombinasi e-commerce dengan media sosial yang membuat kebiasaan baru dalam berbelanja.

Menurut Teten, UMKM tidak bisa bersaing dengan produk yang memang didesain dengan info market yang sangat kuat.  Sebab belanja di e commerce bukan lagi soal tren, tapi kebiasaan, sehingga pemerintah wajib melindungi UMKM. (Tempo)