SIDNEY, Radio Bharata Online - Dalam 20 tahun terakhir, jumlah mahasiswa Australia yang mendaftar Studi di Tiongkok mengalami penurunan, dengan para akademisi menyatakan kekhawatiran, bahwa Australia akan tertinggal dalam memahami mitra dagang terbesarnya. Penurunan pendaftaran mahasiswa Australia terjadi karena dana hibah penelitian untuk Studi Tiongkok dan pertukaran akademis, juga mengalami penurunan. 

Dalam surat kepada Dewan Riset Australia pada bulan Mei lalu, 60 akademisi Studi Tiongkok dari 22 universitas di Australia, menyatakan kekhawatiran mereka tentang penurunan dana hibah. Surat tersebut mengatakan, kapasitas Australia untuk menghasilkan penelitian mutakhir tentang Tiongkok, saat ini berada pada titik kritis, tepat pada saat pengetahuan itu sangat dibutuhkan.  Padahal pada tahun 1990-an, Australia menghasilkan "beasiswa Tiongkok yang luar biasa" yang diakui secara internasional.

Salah satu penandatangan surat itu adalah Sinolog Australia, Colin Mackerras, seorang profesor emeritus di Universitas Griffith di Australia, sekaligus seorang anggota Akademi Humaniora Australia. Mackerras mengatakan dalam sebuah wawancara dengan China Daily, bahwa "sangat menyedihkan" melihat seberapa jauh Studi Tiongkok telah menurun di Australia.  Selama lebih dari 60 tahun, Mackerras telah menjadi dosen terdepan dalam studi Tiongkok-Asia di Australia, dan juga sering mengajar di Tiongkok.  Menurutnya, pendidikan akan membangun hubungan yang lebih baik antar negara. 

Dia mengatakan, "Melalui pendidikan, Anda memperoleh pemahaman tentang budaya dan sejarah suatu bangsa. Pada gilirannya, ini membantu membangun jembatan antara orang ke orang."  (China Daily)