Xigaze, Bharata Online - Dulunya hanya menjadi makanan pokok sederhana di dataran tinggi Tibet, jelai dataran tinggi kini mulai mendapatkan tempatnya di industri makanan modern Tiongkok, berkat upaya para pengusaha muda setempat.

Tashi Norbu, seorang mandor bengkel di Xizang Keyan Agricultural Technology Co., telah mengubah kecintaannya pada tanaman ini menjadi bisnis yang berkembang pesat.

Dengan berkonsultasi dengan petani tentang panen dan menandatangani kontrak di awal musim, ia memastikan pasokan biji-bijian yang telah lama menopang keluarga Tibet.

"Saya tumbuh besar dengan makan tsampa, yang terbuat dari jelai dataran tinggi. Kami memakannya untuk sarapan, makan siang, atau makan malam," kata Tashi Norbu.

Tahun lalu, perusahaan tempat Tashi Norbu bekerja menjual tiga juta produk jelai dataran tinggi, mulai dari kue hingga mi. Melihat peluang bisnis, ia mulai mengunjungi berbagai basis penanaman di awal tahun ini untuk menandatangani kontrak dengan para petani.

Dari ladang ke bengkel, transformasi jelai dataran tinggi dimulai dengan pemurniannya melalui berbagai proses. Di jalur produksi penggilingan air tradisional, tsampa, mentega, dan ampas susu bercampur sempurna, berubah menjadi kue jelai dataran tinggi yang sesuai dengan zaman modern.

"Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa jelai dataran tinggi kami dapat diubah menjadi berbagai produk khas. Sekarang, kami dapat memproduksi makanan fermentasi, mie khusus, dan banyak barang lainnya," ujar Tashi Norbu.

Produk-produk itu, yang membawa cita rasa dataran tinggi, kini telah tersedia di rak-rak toko di kota-kota besar di Tiongkok timur dan selatan seperti Shanghai dan Guangzhou, dan bahkan telah muncul di pameran makanan internasional.

Kepala perusahaan, Xiaosuodun, mengatakan bahwa jelai dataran tinggi bukan hanya produk tetapi juga budaya, yang cita rasanya membangkitkan rasa kampung halaman.

"Jelai dataran tinggi bukan hanya produk tetapi juga budaya, dan cita rasanya adalah cita rasa kampung halaman. Mencari cita rasanya dan mempromosikan budayanya akan menjadi misi seumur hidup saya," kata Xiaosuodun.