Yiwu, Bharata Online - Dampak dari ketegangan di Timur Tengah kini telah menyebar ke pusat perdagangan utama Tiongkok timur, Yiwu, sebuah kota yang terkenal sebagai "supermarket dunia". Pasalnya, perusahaan dan pedagang mencoba mengatasi gangguan tersebut dan mengandalkan jaringan logistik yang kuat di seluruh wilayah untuk menjaga bisnis tetap berjalan.
Pasar Perdagangan Internasional Yiwu telah menjadi pusat penting untuk perdagangan luar negeri, menampung hampir 80.000 stan yang menawarkan lebih dari dua juta jenis komoditas. Namun, situasi terkini yang disebabkan oleh perang AS-Israel di Iran dan gangguan yang ditimbulkannya pada transportasi pengiriman dan kargo udara memaksa beberapa pedagang untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya.
Zhang Shidan, seorang pedagang barang rumah tangga plastik di Yiwu, mengatakan perusahaannya tidak punya pilihan selain menaikkan harga produk karena biaya transportasi dan asuransi telah melonjak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Kami akan menyesuaikan harga setelah stok sebagian besar produk habis. Harga diperkirakan akan naik sebesar 10 persen," kata Zhang.
Kekacauan perjalanan yang disebabkan oleh konflik juga menimbulkan masalah bagi pelanggan dari wilayah tersebut yang mencoba mencapai Yiwu sendiri.
"Kami terbang dari Lebanon ke Mesir, dari Mesir ke Dubai, dari Dubai ke Hangzhou. Itu waktu yang lama. Karena di bandara utama Lebanon, hanya satu perusahaan yang dapat terbang—perusahaan Timur Tengah, jadi biayanya mahal," ujar Heysam Yassine, seorang pembeli asal Lebanon.
Meskipun perjalanan dari Timur Tengah ke Yiwu menjadi lebih sulit, perusahaan logistik dengan jaringan rantai pasokan yang mapan di seluruh wilayah tersebut membantu mengurangi dampak pada perdagangan dan berupaya mendistribusikan barang sebaik mungkin.
"Kami memiliki 28 gudang di 12 negara di Timur Tengah, jadi kami memiliki tata letak yang relatif lengkap di wilayah tersebut," ungkap Chen Fangfang, Manajer Umum Safe Way Express Cargo, sebuah perusahaan logistik dan pengiriman kargo.
Tahun lalu, total nilai ekspor Yiwu mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS (sekitar 1.717 triliun rupiah), dengan lebih dari 14 miliar dolar AS (sekitar 240,5 triliun rupiah) diekspor ke pasar Timur Tengah.