London, Radio Bharata Online - Saat sebuah orkestra memainkan alat musik tradisional Tiongkok yang terbuat dari porselen halus, termasuk pipa, erhu, dan xiao, alunan nada kristal mengalir turun dari panggung.
Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari acara promosi budaya dan pariwisata untuk Jingdezhen, ibu kota porselen Tiongkok, yang diadakan di Kensington, London, pada hari Selasa (17/9).
Li Liyan, Penasihat Menteri Urusan Budaya Kedutaan Besar Tiongkok di Inggris, mengatakan selama acara tersebut bahwa Jingdezhen tidak hanya merupakan simbol budaya Tiongkok, tetapi juga jembatan yang menghubungkan peradaban antara Tiongkok dan negara-negara lain.
Terletak di Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, Jingdezhen memiliki sejarah kerajinan keramik yang telah berlangsung lebih dari 2.000 tahun. Pada zaman dahulu, kota ini mengekspor keramik ke Asia Tengah, Asia Barat, Eropa, dan Afrika melalui Jalur Sutra.
Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini semakin populer sebagai tujuan wisata. Seniman dari seluruh dunia juga telah pindah ke kota ini, mendirikan studio, dan menyelenggarakan kegiatan tembikar.
Pada acara hari Selasa (17/9), dua kontrak ditandatangani antara organisasi dari Inggris dan ibu kota porselen, termasuk kesepakatan antara Chopsticks Club yang berpusat di London dan agen perjalanan dari Jingdezhen.
Selama acara tersebut, produk porselen dari Jingdezhen, termasuk set peralatan makan, lampu keramik, sisir dan gelang porselen, juga dipamerkan.