Beijing, Bharata Online - Penjualan ritel barang konsumsi di Tiongkok mencapai 50,1 triliun yuan (sekitar 121 ribu triliun rupiah) tahun lalu, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,7 persen, kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yongqian, pada konferensi pers di Beijing, Kamis (22/1).

"Pada tahun 2025, pasar konsumen Tiongkok mempertahankan perkembangan yang stabil, mencapai peningkatan baik dalam skala maupun kualitas, dengan keunggulan pasar konsumennya yang sangat besar terus muncul. Total penjualan ritel barang konsumsi melampaui 50 triliun yuan untuk pertama kalinya, mencapai 50,1 triliun yuan (sekitar 121 ribu triliun rupiah), pertumbuhan sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat kontribusi pengeluaran konsumsi akhir terhadap pertumbuhan ekonomi adalah 52 persen," katanya.

He mengatakan, Kementerian Perdagangan Tiongkok memperluas program tukar tambah barang konsumsi tahun lalu, yang mendukung 366 juta pembelian senilai 2,61 triliun yuan (sekitar 6.300 triliun rupiah). Program-program tersebut juga mendorong peningkatan konsumsi yang ditandai dengan preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan cerdas.

"Konsumsi hijau dan cerdas, di antara bentuk-bentuk konsumsi baru lainnya, berkembang pesat pada tahun 2025. Tahun lalu, penjualan ritel kendaraan energi baru meningkat sebesar 17,6 persen. Jumlah konsumen yang membeli peralatan rumah tangga hemat energi atau hemat air kelas atas meningkat sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan kacamata pintar, jam tangan pintar, dan gelang pintar semuanya meningkat lebih dari 40 persen," ujar Jubir tersebut.

He juga menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan Tiongkok akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan pengeluaran konsumen dan akan memastikan bahwa program promosi bermanfaat bagi masyarakat.