Beijing, Bharata Online - Para pejabat Tiongkok dan Finlandia pada hari Senin (26/1) berjanji untuk memperdalam kerja sama dalam transisi hijau dan inovasi karena kedua negara saling melengkapi di sektor-sektor tersebut.

Janji tersebut disampaikan pada Pertemuan Komite Kerja Sama Bisnis Inovatif Tiongkok-Finlandia keenam yang diadakan di Beijing pada hari Senin (26/1), dengan kehadiran Perdana Menteri Finlandia, Petteri Orpo, dan delegasi bisnisnya yang terdiri dari lebih dari 20 perusahaan.

Pada pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan kemauan, kepercayaan, dan kemampuan mereka untuk menjaga perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi pada jalur yang positif.

Berbicara pada pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, mengatakan, "Saat ini, momentum perkembangan global di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan dan transisi hijau sangat kuat, dan kedua negara kita memiliki kekuatan yang saling melengkapi di bidang-bidang ini. Tiongkok memiliki potensi pasar yang besar dan skenario aplikasi yang kaya. Komunitas bisnis kita harus memperluas kerja sama di bidang-bidang seperti ekonomi sirkular, kecerdasan buatan, dan teknologi informasi. Kami selalu percaya bahwa tema utama hubungan Tiongkok-Eropa adalah kerja sama, dan posisi yang tepat dari hubungan tersebut adalah sebagai mitra."

Berbicara juga pada pertemuan tersebut, Orpo menguraikan area spesifik untuk kolaborasi, khususnya di industri maju dan rendah karbon.

"Finlandia dan Tiongkok memiliki banyak kepentingan bersama, yang tercermin dalam tema-tema pertemuan Komite Bisnis Inovatif hari ini, yaitu efisiensi energi dan solusi rendah karbon, ekonomi sirkular dan bioekonomi, transportasi dan logistik, digitalisasi industri, serta pangan dan kesehatan. Perusahaan-perusahaan kami yang hadir di sini hari ini unggul di bidang-bidang tersebut. Pemerintah saya akan terus berupaya untuk memastikan bahwa Finlandia tetap menjadi mitra dagang yang andal dan tujuan investasi yang menarik di masa mendatang," ujar Orpo.

Finlandia adalah salah satu mitra ekonomi dan perdagangan utama Tiongkok di Eropa dan merupakan negara Eropa pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan antar pemerintah dengan Tiongkok.

Pada tahun 2025, perdagangan bilateral antara Tiongkok dan Finlandia melebihi 8 miliar dolar AS (sekitar 134 triliun rupiah), sementara stok investasi dua arah melampaui 23 miliar dolar AS (sekitar 386 triliun rupiah).

Atas undangan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, Orpo tiba di Beijing pada hari Minggu (25/1) untuk kunjungan resmi ke Tiongkok hingga hari Rabu (28/1).