Beijing, Bharata Online - Seiring dengan berkembangnya pasar mainan desainer di Tiongkok, lokalisasi menjadi strategi bisnis inti bagi merek global, mendorong produsen mainan luar negeri untuk memikirkan kembali cara mereka terhubung dengan konsumen Tiongkok.

Mainan desainer Tiongkok semakin mendunia, tetapi pengaruhnya tidak hanya bergerak satu arah. Seiring dengan mendunianya mainan Tiongkok, para pemain internasional semakin fokus pada pasar lokal di Tiongkok.

Beroperasi di Tiongkok selama lebih dari satu dekade, raksasa mainan Denmark, LEGO, menawarkan contoh yang jelas karena set bangunannya sangat terintegrasi dengan budaya Tiongkok.

"Tahun Baru Imlek dan Festival Musim Semi jelas merupakan perayaan terbesar di negara ini. Kami telah memberikan banyak penekanan untuk membuat produk tersebut relevan secara lokal dengan memasukkan unsur-unsur budaya Tiongkok," ujar Maciek Selinski, Kepala LEGO Group di Tiongkok.

Konsumen Tiongkok pun menyukainya.

"Ketika mainan desainer dipadukan dengan budaya Tiongkok, mainan tersebut terasa lebih mudah didekati — dan lebih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," kata seorang pelanggan.

Bagi merek luar negeri yang ingin bertahan dalam jangka panjang, mereka harus terus beradaptasi — terutama di pasar yang bergerak cepat seperti Tiongkok.

"Ini memang pasar yang sangat vital dan sangat inovatif. Itu sesuatu yang kami akui dan sebenarnya kami banyak terinspirasi darinya. Sebenarnya, banyak elemen desain secara global sudah terinspirasi oleh desainer Tiongkok, oleh budaya Tiongkok, dan banyak di antaranya menjadi sangat relevan secara global," kata Selinski.

Data industri menunjukkan bahwa pasar mainan desainer Tiongkok diperkirakan akan melampaui 110 miliar yuan (sekitar 265 triliun rupiah) pada tahun 2026, hampir dua kali lipat ukurannya pada tahun 2023.

"Pertumbuhan sekarang lebih banyak didorong oleh konsumsi emosional, dan juga identitas budaya, bukan hanya oleh produk. Konsumen beralih dari pembelian kotak buta impulsif ke koleksi selektif yang lebih terarah," jelas Kathy Jiang, Pakar Mitra di Perusahaan Konsultan Strategi Global Roland Berger.

"Banyak merek mainan internasional terkemuka beralih dari global dengan pemasaran lokal ke lokalisasi yang benar-benar autentik dan mendalam. Ini bukan lagi tentang terjemahan sederhana. Jadi strategi yang tepat adalah memadukan kekayaan intelektual global dengan elemen budaya Tiongkok dan juga estetika kontemporer," tambahnya.

Bagi merek global, Tiongkok bukan lagi sekadar pasar untuk dimasuki, tetapi sebuah budaya yang perlu dipahami, dan sebuah percakapan yang perlu diikuti.