BEIJING, Bharata Online - Chatbot kecerdasan buatan (AI) Doubao milik perusahaan teknologi ByteDance, baru-baru ini menampilkan pernyataan layanan untuk tingkatan berlangganan berbayar di halaman App Store-nya. Perusahaan mengkonfirmasi hal tersebut kepada Global Times pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa detail rencana tersebut masih dalam tahap pengujian.
Topik ini pernah menduduki puncak daftar tren di Sina Weibo pada hari Senin dan diberi label "eksplosif," yang mencerminkan minat publik yang kuat, tentang apakah salah satu aplikasi AI yang paling banyak digunakan di Tiongkok akan bergerak menuju komersialisasi.
Sebuah pernyataan yang terlihat di halaman App Store Doubao mengatakan, bahwa untuk melayani pengguna profesional dengan lebih baik, Doubao akan meluncurkan versi berbayar, dengan layanan bernilai tambah yang lebih banyak di atas versi gratisnya.
Halaman tersebut juga mengungkapkan tiga tingkatan berlangganan, yakni:
- versi standar seharga 68 yuan (kira-kira setara dengan 174 ribu rupiah) per bulan untuk langganan bulanan berulang, atau 688 yuan per tahun;
- versi yang disempurnakan seharga 200 yuan per bulan, atau 2.048 yuan per tahun;
- dan versi profesional seharga 500 yuan per bulan, atau 5.088 yuan per tahun.
Kepada Global Times, pada hari Senin perusahaan tersebut mengatakan, bahwa Doubao akan terus menyediakan layanan yang sepenuhnya gratis. Dengan memanfaatkan penawaran gratisnya, mereka sedang menjajaki layanan bernilai tambah, untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam dan berbeda.
Perusahaan menambahkan, bahwa detail yang relevan dari rencana tersebut masih dalam tahap pengujian, dan informasi lengkap akan dirilis melalui saluran resmi ketika diluncurkan secara resmi.
Liu Dingding, seorang pengamat industri veteran, kepada Global Times mengatakan, fitur berbayar, terutama ditujukan untuk pengguna profesional dan pengguna berat, dan dapat mendukung respons yang lebih mendalam dan pembuatan video yang lebih cepat, yang memiliki permintaan pasar yang jelas.
Berita tersebut memicu diskusi panas di antara netizen Tiongkok pada hari Senin. Beberapa mengatakan harga yang diusulkan terlalu tinggi, sementara yang lain mengatakan mereka mungkin beralih ke alternatif gratis, mengingat beragam alat AI yang tersedia di pasaran. Namun, beberapa pengguna mengatakan langkah tersebut normal, dengan alasan bahwa tidak ada layanan yang dapat tetap gratis selamanya. (Sumber: Global Times)