Lima, Bharata Online - Berbagai acara telah diadakan di Yunani, Peru, dan Brasil untuk merayakan Festival Duanwu, yang juga dikenal sebagai Festival Perahu Naga.
Festival tradisional Tiongkok itu jatuh pada hari kelima bulan kelima dalam kalender Tiongkok, yang tahun ini jatuh pada hari Jumat (19/6).
Lomba perahu naga diadakan di Marathon, Yunani oleh Kedutaan Besar Tiongkok dan komunitas Tionghoa setempat, dengan delapan tim yang terdiri dari orang Yunani dan Tionghoa yang berkompetisi.
Di Peru, Institut Konfusius di Universitas Ricardo Palma menyelenggarakan berbagai kegiatan bagi peserta untuk merasakan budaya Tiongkok, termasuk mendesain Hanfu, sejenis pakaian tradisional Tiongkok, membuat karya seni bertema Duanwu, dan membuat zongzi, pangsit beras ketan yang dibungkus dengan daun bambu atau alang-alang, yang menarik banyak guru dan siswa.
Institut tersebut juga mengadakan kuliah tentang asal-usul sejarah dan makna budaya Festival Duanwu.
"Dalam karya seni saya, saya mencoba menggabungkan berbagai aspek Festival Perahu Naga, termasuk legenda Qu Yuan, kegiatan seperti lomba perahu naga, dan makanan tradisional zongzi. Bahasa Mandarin lebih dari sekadar bahasa; ia membawa konotasi budaya yang mendalam. Oleh karena itu, memahami budaya Tiongkok, mengalaminya secara langsung, serta berkomunikasi dan berbagi dengan penutur asli juga penting," ujar Diana Carolina Gonzalez, Mahasiswa Peru.
Di Brasil, Institut Konfusius di Universitas Negeri Para dan Pusat Sains dan Planetarium Para bersama-sama mengadakan kegiatan astronomi, menampilkan citra bintang dalam budaya Tiongkok — Naga Biru yang terbagi menjadi tujuh bagian yang membentuk citra seperti naga.
Lebih dari 100 siswa sekolah menengah setempat mengalami adat istiadat Tiongkok secara langsung dan mengamati fenomena langit seperti orang Tiongkok kuno selama acara tersebut.