Sverdlovsk, Bharata Online - Pemasok makanan di wilayah Ural, Rusia Barat, meningkatkan impor buah dan sayuran musiman dari Tiongkok, karena eksportir dan perusahaan logistik berupaya mempercepat pengiriman dan memperluas jangkauan produk.
Pengiriman pertama berdasarkan kontrak baru senilai 300 juta yuan (sekitar 782 miliar rupiah) ditangani oleh perusahaan grosir BI Export.
"Pengiriman hanya membutuhkan waktu seminggu dari pemuatan hingga tiba di gudang kami. Sebelumnya, ketika kami membeli produk Tiongkok, dibutuhkan waktu 15 hingga 21 hari. Sekarang, waktu pengiriman hampir tiga kali lebih cepat," ujar Evgeny Rozenblit, Kepala BI Export.
Berdasarkan kontrak tersebut, lebih dari 20 jenis buah dan sayuran akan dikirim ke wilayah Ural, termasuk produk yang secara tradisional diimpor dari bekas republik Soviet.
Buah-buahan eksotis dari Tiongkok seperti leci, mangga, buah naga kuning, dan jeruk bali sudah terkenal di Ural dan telah mengembangkan basis pelanggan yang loyal. Namun, produk Tiongkok lainnya, seperti melon, kurang dikenal.
Petugas bea cukai di Ural baru-baru ini mengatakan bahwa pengiriman besar pertama melon dari Tiongkok telah tiba dan berhasil melewati inspeksi fitosanitari.
Truk yang membawa melon tersebut juga menyertakan kiriman blueberry, yang dianggap sebagai salah satu buah yang paling sensitif untuk disimpan dan diangkut.
"Hari ini, pengiriman blueberry seberat 15 ton, senilai lebih dari 7 juta rubel (sekitar 1,7 miliar rupiah) telah tiba. Prosedur transit bea cukai telah selesai. Layanan federal Rusia untuk pengawasan veteriner dan fitosanitari sedang memeriksa produk-produk tersebut, setelah itu deklarasi elektronik akan dikeluarkan," kata Vladimir Feldsharov, Kepala Pos Inspeksi Bea Cukai Yekaterinburg.
Kementerian Regional Hubungan Internasional dan Ekonomi Luar Negeri Oblast Sverdlovsk mengatakan peningkatan aktivitas bisnis meluas di luar impor makanan dan sektor lain juga berkembang, sementara ekspor dari Oblast Sverdlovsk ke Tiongkok terus tumbuh.
"Volume perdagangan melampaui 3 miliar dolar AS (sekitar 53 triliun rupiah) pada tahun 2024. Tiongkok telah lama menjadi mitra utama bagi Oblast Sverdlovsk, dan pada akhir tahun 2025 kami telah melampaui 4 miliar dolar AS (sekitar 70,9 triliun rupiah). Itu merupakan pertumbuhan yang sangat besar bagi kami," ungkap Oleg Alexandrin, Wakil Menteri Hubungan Internasional dan Ekonomi Luar Negeri Oblast Sverdlovsk.
BI Export juga sedang menjajaki cara untuk lebih meningkatkan impor buah dan sayuran dari Tiongkok. Pengiriman awalnya akan dilakukan setiap minggu, dengan rencana untuk secara bertahap meningkatkan frekuensi menjadi pengiriman harian karena permintaan produk Tiongkok tetap kuat.