Myanmar, Bharata Online - Para jurnalis dari Myanmar telah menyatakan keyakinan mereka terhadap hubungan antara Tiongkok dan Myanmar, seiring dengan kunjungan kenegaraan Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing, ke Tiongkok dari tanggal 15 hingga 19 Juni 2026 atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan China Global Television Network (CGTN), U Myat Knine, Pemimpin Redaksi (Pimred) Popular News, menyoroti kepercayaan timbal balik sebagai landasan persahabatan abadi antara Myanmar dan Tiongkok.
"Persahabatan 'Pauk-Phaw' (persaudaraan) antara negara kita dan Tiongkok telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kita berbagi perbatasan yang berdekatan, dan kepala negara kedua negara memiliki kepercayaan timbal balik yang mendalam. Bahkan, alasan utama mengapa hubungan 'Pauk-Phaw' ini tetap begitu kokoh adalah karena kepercayaan timbal balik ini. Tiongkok mempercayai Myanmar, dan Myanmar mempercayai Tiongkok. Pada intinya, kepercayaan timbal balik antara kedua negara inilah yang mendorong hubungan kita," ujar Pimred tersebut.
U Hein Latt, seorang penulis dan jurnalis, mengatakan bahwa ia ingin melihat lebih banyak pertukaran informasi dan budaya, dan memanfaatkan kekuatan transformatif sinema, musik, sastra, dan budaya untuk kemakmuran regional.
"Presiden Xi sering berbicara tentang 'membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia'. Saya sangat yakin bahwa, seiring terwujudnya visi ini, negara-negara di seluruh dunia termasuk Myanmar pasti akan membawa era kemakmuran dan perdamaian sejati. Sinema, musik, sastra, dan budaya memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mempromosikan hubungan persahabatan antar negara. Secara pribadi, saya bertanggung jawab atas pekerjaan yang berkaitan dengan berita sastra dan budaya. Sebagai seorang veteran industri yang telah lama berkecimpung di bidang ini, saya sangat berharap dapat lebih mempromosikan pertukaran informasi dan budaya kita," ungkapnya.