JAKARTA, Bharata Online - Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PKS, Sukamta, mengecam tindakan tentara Israel, IDF,  yang menangkap sejumlah jurnalis Indonesia yang ikut dalam kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, di perairan internasional. Sukamta meminta pemerintah Republik Indonesia (RI) mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas.

Sukamta mengatakan, bahwa Israel memang memiliki track record yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian, dan hukum internasional. Tapi dengan adanya Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Trump, seharusnya sikap Israel juga setidaknya sejalan dengan upaya BoP, untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.

Sukamta menegaskan bahwa aktivitas jurnalistik dan misi kemanusiaan tetap mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum internasional, termasuk dalam situasi perang dan konflik bersenjata. Dia mendesak Israel segera membebaskan para aktivis dan jurnalis.

Sebelumnya diberitakan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan, lima orang warga negara Indonesia (WNI) diculik dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka diculik oleh tentara zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania, menuju Gaza, Palestina.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan, per Senin, (18/5) pukul 21.20 WIB, sejumlah kapal telah diintersep oleh tentara Israel. Kelima WNI yang ditangkap Israel adalah aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

Juru bicara 1 Kementrian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin mengatakan, Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel, yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan Internasional Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Sebelumnya, puluhan kapal yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla, resmi bertolak dari Pelabuhan Marmaris, Türkiye, pada Kamis (14/05) pukul 06.00 waktu setempat menuju Gaza, Palestina. Dalam misi ini, sembilan warga negara Indonesia turut berlayar melalui jalur laut, sebagai bagian dari delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). (sumber: detik)