Wuhu, Bharata Online - Sektor robotika Tiongkok semakin berkembang pesat di panggung global, dengan provinsi Anhui di Tiongkok Timur, yang merupakan pusat manufaktur yang sedang berkembang, melaporkan peningkatan produksi robot hingga 30 kali lipat selama dekade terakhir.

Di garis depan momentum tersebut adalah Kota Wuhu di Anhui, rumah bagi klaster industri robotika tingkat nasional pertama di Tiongkok.

Di lantai produksi AiMOGA Robotics di Wuhu, generasi baru robot berkaki empat sedang dipersiapkan untuk memasuki pasar internasional. Dengan 13 derajat kebebasan pada persendiannya, robot anjing ini mampu membawa beban 5 kilogram dan beroperasi hingga dua jam dengan sekali pengisian daya.

Dirancang untuk menavigasi medan yang kompleks termasuk semak belukar, kerikil, dan tanjakan, robot ini dapat mengakses ruang terbatas di luar jangkauan manusia. Dilengkapi dengan penerangan penglihatan malam, robot ini telah menjadi solusi pilihan bagi klien luar negeri yang mencari patroli keamanan otomatis di fasilitas industri dan properti perumahan.

Desainnya yang menggemaskan juga menjadikannya asisten pendamping yang populer bagi keluarga.

Selain robot anjing, AiMOGA juga mengekspor sejenis robot humanoid, yang masing-masing tingginya sekitar 1,67 meter. Robot-robot ini dapat mendukung interaksi dalam 11 bahasa, memungkinkan layanan tanpa hambatan di berbagai pasar budaya dan bahasa.

"Robot humanoid dan robot anjing kami kini telah diekspor ke lebih dari 30 negara dan wilayah lain. Di Eropa, kami telah mencapai pengiriman massal ke Inggris, Polandia, dan Italia. Pengiriman massal ini menandakan bahwa produk kami telah mencapai tingkat kecanggihan yang signifikan," ujar Shen Xiantian, Manajer Penjualan Luar Negeri di AiMOGA Robotics.

Perkembangan lanskap ekspor robot Tiongkok semakin tercermin dalam data bea cukai. Menurut Fang Yu, seorang petugas di Bea Cukai Wuhu, sistem kode tarif sekarang mencakup 13 kategori berbeda untuk robotika, meningkat dari hanya lima kategori satu dekade lalu.

"Saat ini, sistem deklarasi bea cukai mencakup sebanyak 13 item tarif berbeda yang terkait dengan robot. Misalnya, kategori 'robot kolaboratif' baru ditambahkan pada tahun 2023, sementara beberapa item tambahan, seperti 'robot bionik cerdas' dan 'robot pembersih', diperkenalkan pada tahun 2026. Ini jelas mencerminkan perluasan skenario aplikasi yang berkelanjutan untuk robot buatan Tiongkok," kata Fang.

Analis industri mengamati bahwa produsen robot Tiongkok terus memperkuat daya saing mereka melalui presisi yang lebih besar dalam rekayasa, spesialisasi yang lebih dalam untuk aplikasi khusus, dan peningkatan kecerdasan melalui integrasi AI.