Shanghai, Bolong.id - Banyak penduduk Shanghai menggantungkan daun calamus (Hanzi: è–蒲节, Pinyin: ChÄngpú Jié) di depan pintu mereka, di hari Festival Perahu Naga. Apa artinya?
Dilansir dari ä»Šæ—¥å¤´æ¡ pada Kamis (3/6/22), salah satu netizen awalnya mengura barang ini sangat mahal, tetapi ternyata sangat murah.
Beberapa ibu-ibu tua yang mengambil daun calamus dari danau. Selama Festival Perahu Naga, ada banyak pasar sayur di Shanghai. Salah satunya menjual daun calamus.
Festival Perahu Naga diadakan pada awal musim panas. Ketika banyak penyakit menyerang. Daun mugwort digunakan sebagai obat di Tiongkok. Aromanya menghalau lalat dan nyamuk. Calamus adalah tanaman air yang memiliki efek serupa.
Karena bentuk daun calamus seperti pedang, dan baunya yang kuat, calamus dipercaya dapat mengusir hama dan roh jahat. Jadi, Festival Perahu Naga juga disebut “Festival Calamus” (Hanzi: è–蒲节, Pinyin: ChÄngpú Jié).
Pada hari kelima bulan kelima penanggalan lunar, orang biasanya membersihkan rumah, halaman, dan menggantung mugwort dan calamus di ambang pintu untuk mencegah penyakit.
Juga diyakini, menggantung mugwort dan calamus dapat membawa keberuntungan bagi keluarga. (*)
https://bolong.id/mt/0622/tradisi-gantung-calamus-saat-festival-perahu-naga