BEIJING, Bharata Online - Pemerintah Tiongkok resmi menetapkan standar minimum baru bagi sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri sebagai bagian dari program standardisasi fasilitas pendidikan nasional dalam tiga tahun ke depan.
Kebijakan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Tiongkok bersama tiga lembaga lainnya itu mencakup 20 poin utama terkait konstruksi gedung sekolah, keamanan, fasilitas hidup siswa, perlengkapan pembelajaran, hingga tenaga pengajar.
Dalam aturan baru tersebut, seluruh sekolah diwajibkan menerapkan sistem manajemen tertutup dengan pemasangan tombol alarm darurat, penghalang anti-tabrak di gerbang sekolah, serta pengawasan video di area penting. Gedung sekolah juga harus memenuhi standar keselamatan kebakaran nasional dan dilengkapi pencahayaan darurat.
Tiongkok juga mewajibkan ruang konseling psikologis, laboratorium sains, ruang seni dan musik, perpustakaan digital, serta akses internet minimal 100 Mbps di ruang kelas. Sekolah menengah diwajibkan memiliki laboratorium fisika, kimia, dan biologi sebagai bagian dari modernisasi pendidikan nasional.
Untuk sekolah berasrama, pemerintah menetapkan standar khusus seperti larangan penggunaan ruang bawah tanah sebagai asrama, kewajiban tempat tidur dengan pagar pengaman, fasilitas mandi, kantin, hingga pengawasan administrator khusus termasuk petugas perempuan di asrama siswi.
Pemerintah Tiongkok menegaskan pendekatan “zero tolerance” terhadap sekolah yang gagal memenuhi standar baru tersebut. Langkah ini dinilai mencerminkan arah transformasi pendidikan Tiongkok yang semakin menggabungkan keamanan, digitalisasi, kesehatan mental, dan kualitas fasilitas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia masa depan. [China Daily]