Beijing, Bharata Online - Tiongkok mencatat pertumbuhan yang kuat dalam penciptaan dan penyempurnaan kekayaan intelektual pada tahun 2025, dengan peningkatan yang solid dalam otorisasi paten, pendaftaran merek dagang, dan nilai merek global, kata seorang pejabat dari Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok pada hari Jumat (23/1).

Rui Wenbiao, Wakil Kepala Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok, mengatakan pada konferensi pers di Beijing bahwa negara tersebut terus memperkuat kapasitas inovasi dan kualitas paten sepanjang tahun lalu.

"Sepanjang tahun, Tiongkok memberikan 972.000 paten penemuan, 1,461 juta paten model utilitas, dan 666.000 paten desain. Sebanyak 96.000 kasus pemeriksaan ulang dan pembatalan paten telah diselesaikan. Pada akhir tahun 2025, jumlah paten penemuan yang berlaku di Tiongkok (tidak termasuk Daerah Administratif Khusus Hong Kong, Daerah Administratif Khusus Makau, dan wilayah Taiwan) mencapai 5,32 juta, dan jumlah paten penemuan bernilai tinggi per 10.000 orang mencapai 16," ujar Rui.

Rui juga mencatat bahwa Tiongkok juga melihat daya saing mereknya yang kuat di skala global.

"Sepanjang tahun, 4,206 juta merek dagang terdaftar, dan 384.000 kasus peninjauan merek dagang diselesaikan, termasuk 112.000 kasus keberatan. Pada akhir tahun 2025, jumlah merek dagang terdaftar yang sah di Tiongkok (tidak termasuk Daerah Administratif Khusus Hong Kong, Daerah Administratif Khusus Makau, dan wilayah Taiwan) mencapai 49,877 juta. Di antara 5.000 merek teratas dunia, total nilai merek Tiongkok mencapai 1,81 triliun dolar AS (sekitar 30.453 triliun rupiah), menempati peringkat kedua secara global," tambah Rui.