Beijing, Bharata Online - Pada hari Senin (26/1), Tiongkok dengan tegas menolak tuduhan tak berdasar dari Amerika Serikat mengenai COVID-19, dan menegaskan kembali dukungan teguhnya terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan multilateralisme, menyusul pernyataan AS tentang penarikan diri dari WHO.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr., merilis pernyataan bersama tentang pengakhiran keanggotaan Amerika Serikat di WHO pada 23 Januari 2026. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS juga membuat klaim yang tidak berdasar tentang penanganan awal pandemi COVID-19 oleh Tiongkok.

Menanggapi pertanyaan terkait pada konferensi pers harian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun, menekankan bahwa Tiongkok telah bersikap terbuka, transparan, dan bertanggung jawab dalam upaya anti-pandemi.

"Setelah merebaknya COVID-19, Tiongkok telah memprioritaskan manusia dan kehidupan mereka, bekerja sama dengan negara lain untuk memerangi pandemi bersama-sama, dan memberikan kontribusi penting bagi kerja sama internasional dalam melawan COVID-19. Rekam jejak Tiongkok dalam menanggapi COVID-19 memiliki garis waktu yang jelas dan data yang solid. Hal ini diakui secara luas oleh komunitas internasional dan tidak mentolerir distorsi atau pencemaran nama baik. Tiongkok dengan tegas menentang politisasi virus. Menggunakan COVID-19 sebagai dalih untuk manipulasi politik dan mengalihkan kesalahan kepada Tiongkok tidak akan mendapat dukungan dan tidak akan berhasil," jelas Guo.

Guo juga mencatat bahwa WHO adalah lembaga internasional profesional dan otoritas di bidang kesehatan masyarakat global, dan telah menyatakan penyesalan atas pemberitahuan penarikan AS.

"Multilateralisme adalah landasan tatanan internasional saat ini dan merupakan tren yang berlaku dan apa yang diinginkan rakyat. Tiongkok selama ini mendukung WHO dalam memenuhi tugasnya, memperdalam kerja sama internasional di bidang kesehatan masyarakat, memperkuat tata kelola global di bidang kesehatan masyarakat, dan mempromosikan pembangunan komunitas kesehatan global untuk semua," ujarnya.