Beijing, Bharata Online - Sebanyak 70.392 perusahaan investasi asing baru didirikan di seluruh Tiongkok tahun lalu, menandai peningkatan sebesar 19,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Jumat (23/1).
Pada tahun 2025, penggunaan aktual investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di Tiongkok daratan mencapai 747,69 miliar yuan (sekitar 1.799 triliun rupiah), turun 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari segi sektor, arus masuk FDI mencapai 185,51 miliar yuan (sekitar 446 triliun rupiah) di sektor manufaktur dan 545,12 miliar yuan di sektor jasa.
Sektor teknologi tinggi menarik 241,77 miliar yuan (sekitar 581,7 triliun rupiah). Arus masuk FDI melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya di sektor jasa e-commerce, 42,1 persen di sektor manufaktur alat dan perlengkapan medis, dan 22,9 persen di sektor manufaktur kendaraan dan peralatan kedirgantaraan.
Dari segi negara asal, FDI dari Swiss melonjak 66,8 persen dari tahun ke tahun, FDI dari Uni Emirat Arab naik 27,3 persen, dan dari Inggris meningkat 15,9 persen.
Menurut Zhang Yiting, peneliti madya di Institut Penelitian Ekonomi Internasional di bawah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok, sumber investasi asing menjadi lebih beragam, dengan negara-negara seperti Swiss dan Uni Emirat Arab mencapai pertumbuhan dua digit dalam investasi mereka di Tiongkok.
Peneliti tersebut mengatakan, pemanfaatan investasi asing oleh Tiongkok telah meningkat dalam kualitas dan ketahanan, menunjukkan potensi yang signifikan.